New York, 5 Des. (CNA) Kaligrafer ternama asal Taiwan, Tong Yang-tze (董陽孜), pada 21 November meresmikan dua karya kaligrafi monumental di dalam The Metropolitan Museum of Art (The Met) di New York, sebuah pencapaian yang disebut sebagai "Kehormatan besar" bagi Taiwan oleh seorang pejabat.
Dua karya tersebut dipamerkan secara paralel di Great Hall The Met sebagai bagian dari pameran "Dialogue," yang dipesan khusus oleh museum untuk ruang pameran bersejarahnya.
Kehadiran karya-karya ini di museum mencerminkan upaya Tong dalam menciptakan dialog visual antara tulisan Tionghoa dan arsitektur museum, menurut pihak The Met.
Saat memasuki Great Hall, pengunjung dapat menikmati karya besar kaligrafi seniman berusia 82 tahun ini yang ditulis dalam kombinasi gaya tulisan semi-kursif dan reguler.
Setiap karya Tong berisi kutipan puisi dari berbagai sastra Tionghoa.
Di salah satu sisi dinding, terdapat kutipan dari "Classic of Poetry" yang mendorong refleksi atas pendapat orang lain untuk meningkatkan diri. Di sisi lain, terdapat kata-kata dari puisi cendekiawan Dinasti Song, Su Shi (蘇軾), yang menyerukan untuk bertindak sesuai situasi dan berhenti ketika diperlukan.
Dalam penampilan publiknya yang jarang, Tong yang dikenal enggan tampil di depan kamera, berdialog dengan Lesley Ma (馬唯中), seorang kurator dari Departemen Seni Modern dan Kontemporer The Met. Ma membuka pameran pada hari Kamis dengan percakapan yang berfokus pada dua karya Tong yang ditampilkan.
Tong menjelaskan kepada Ma bahwa Dialogue merupakan percakapan dengan dirinya sendiri.
Pemilihan kutipan yang dituangkan ke atas kertas didasarkan pada bobot mendalam dari kata-kata tersebut, yang dinilai cocok untuk ruang bergengsi seperti The Met, ujar Tong.
Lebih lanjut, Tong menyebutkan bahwa puisi dalam kaligrafinya mencerminkan prinsip-prinsip yang ia pegang dalam hidup. Ia berharap para pengunjung yang melihat karyanya dapat memahami maknanya, sehingga menciptakan dialog antara dirinya dan audiensnya.
Tong secara khusus menyoroti kata-kata Su, dengan mengatakan bahwa mematuhi kebijaksanaan dari kata-kata tersebut dapat menumbuhkan ketulusan di antara sesama.
Perwakilan Taiwan untuk Amerika Serikat, Alexander Yui (俞大㵢), mengatakan pada pembukaan pameran bahwa penampilan dua karya Tong di samping pameran bersejarah dan kontemporer lainnya di museum sekelas The Met merupakan "Kehormatan luar biasa bagi Taiwan."
Tong mulai menulis kaligrafi sejak kecil dan memperoleh gelar seni rupa dari Universitas Normal Taiwan pada tahun 1966.
Ia kemudian melanjutkan pendidikannya dan meraih gelar Magister Seni Rupa dalam bidang keramik dan lukisan minyak dari Universitas Massachusetts, Amherst, Amerika Serikat, pada tahun 1970.
Seniman ini terkenal karena karya-karya kaligrafi monumentalnya yang menggunakan gaya tulisan kursif Tionghoa, yang memadukan tradisi kaligrafi dan komposisi visual dari filosofi seni Barat.
Mengenai proses kreatifnya, Tong menjelaskan bahwa kata-kata yang sama yang ia tuliskan di atas kertas dapat disajikan secara berbeda tergantung suasana hati, ruang kerja, dan waktu.
Pameran Dialogue akan berlangsung hingga 8 April tahun depan.
Selesai/ ML