Taipei, 8 Apr. (CNA) Taiwan telah mengatur pengiriman sekitar 8 juta barel minyak mentah, atau sekitar sepertiga dari kebutuhan bulanannya, dari Laut Merah pada April untuk menghindari Selat Hormuz dan mengurangi tekanan pasokan domestik, kata CPC Corp., Taiwan pada Rabu (8/4).
Berbicara di Yuan Legislatif, Presiden CPC J.Z. Fang (方振仁) mengatakan perusahaan minyak milik negara tersebut telah bekerja sama dengan pemasok Timur Tengah untuk mengamankan jalur selain Selat Hormuz, tempat di mana sekitar 20 persen minyak dan gas alam cair dunia biasanya lewat.
Pemasok di Arab Saudi telah menyatakan mereka dapat mengangkut minyak mentah ke Laut Merah melalui pipa, sementara pemasok di Uni Emirat Arab sedang mengevaluasi pengiriman lewat pipa ke Oman untuk kemudian dikirim melalui laut, kata Fang.
Satu kapal tanker yang membawa sekitar 2 juta barel telah dimuat dan saat ini berlabuh di Teluk Persia, tetapi belum berangkat karena perang yang sedang berlangsung.
Untuk mengurangi risiko, CPC juga telah melakukan diversifikasi sumber minyak mentahnya, termasuk menjajaki pasokan dari Afrika Barat dan menilai impor dari Asia Tenggara, Australia, dan Amerika Serikat (AS), kata Fang.
Juga pada Rabu, Menteri Urusan Ekonomi Kung Ming-hsin (龔明鑫) mengatakan pemerintah berencana memberikan dukungan keuangan untuk membantu CPC mengatasi kerugian yang terus meningkat.
Perusahaan telah dipaksa menanggung kenaikan harga minyak mentah dalam beberapa kesempatan dalam beberapa tahun terakhir, termasuk sejak AS dan Israel mulai menyerang Iran, demi menjaga harga bahan bakar tetap stabil.
Untuk meredam dampak lonjakan harga minyak mentah yang dipicu oleh perang, CPC telah menanggung kerugian sebesar NT$9 miliar (Rp4,8 triliun), sehingga total kerugian yang terakumulasi menjadi NT$79,2 miliar per 31 Maret, menurut Kementerian Urusan Ekonomi (MOEA).
Kerugian tersebut membuat perusahaan hanya memiliki kekayaan bersih sebesar NT$86,1 miliar, dan para legislator mempertanyakan Kung mengenai rencana untuk memperkuat keuangan CPC.
Kung mengatakan ada tiga pendekatan yang akan digunakan, termasuk meningkatkan modal perusahaan sebesar NT$350 miliar selama empat tahun. Dari jumlah tersebut, NT$168,7 miliar telah dimasukkan sebagai bagian dari permintaan anggaran fiskal pemerintah tahun 2027.
MOEA juga akan membantu CPC mendapatkan pembiayaan baru sebesar NT$300 miliar untuk memperbaiki arus kas dan membiayai kembali sebagian utang perusahaan, kata Kung.
Pendekatan lainnya adalah memberikan subsidi kepada perusahaan, katanya, tetapi besaran subsidi dan sumber dananya masih dalam pembahasan.
Selesai/ML