Taipei, 27 Nov. (CNA) Pabrik Chung Jye Investment Holding Co. di Jawa Timur telah beroperasi sejak akhir Oktober, sementara produksi barangnya akan dimulai pada akhir tahun depan atau awal 2027, kata Ketua Liu An-che (劉安哲) hari Kamis (27/11).
Baca juga: Pabrik Chung Jye di Jatim paling cepat produksi akhir 2026
Sementara itu, pabrik Chung Jye di Bắc Kạn, Vietnam telah mulai produksi pada kuartal ketiga tahun ini, dan kapasitasnya akan ditingkatkan sesuai kebutuhan, kata Liu dalam paparan publik daring, Kamis.
Kapasitas produksi tahunan di Vietnam untuk bagian atas sepatu rajut diperkirakan mencapai 112.000 pasang, dan bisa mencapai 4,3 juta pasang ditambah 3,6 juta pasang sepatu jadi bila beroperasi penuh, kata Liu.
Di sisi lain pabrik di India telah menambah lini produksi pada kuartal kedua tahun ini, dengan kapasitas tahunan sekitar 600.000 pasang, dan jika beroperasi penuh dapat mencapai 2,1 juta pasang, ujarnya.
Sementara itu, pabrik di Tiongkok mengalami perpindahan kapasitas ke Vietnam akibat perang tarif dengan Amerika Serikat (AS), sehingga perusahaan berharap dapat menambah pelanggan merek Negeri Tirai Bambu untuk menyerap kapasitas tersebut, ucapnya.
Chung Jye menyampaikan bahwa basis produksi mereka tersebar di Tiongkok, Vietnam, dan India, sementara di Indonesia masih dalam tahap perencanaan aktif.
Target Chung Jye adalah bahwa sebelum 2034 mereka dapat mencapai volume pengiriman tahunan lebih dari 80 juta pasang, mewujudkan pertumbuhan skala hingga dua kali lipat, kata perusahaan.
Selain memperbesar skala, kapasitas lokal di Tiongkok dan India dapat langsung melayani pasar domestik yang besar, sehingga menguntungkan dalam menarik pelanggan merek baru, menurut perusahaan.
Perusahaan menjelaskan bahwa akibat kebijakan tarif setara yang diberlakukan AS, kondisi pasar konsumsi menjadi tidak pasti, membuat pelanggan cenderung lebih konservatif dalam menempatkan pesanan.
Pendapatan tahun ini pun menghadapi tantangan, kata Chung Jye. Meski pada kuartal keempat ada pelanggan merek baru yang mulai memberikan kontribusi dan sebagian permintaan pelanggan mulai pulih, secara keseluruhan momentum pesanan masih lemah, kata mereka.
Chung Jye menekankan bahwa mereka sedang aktif menggarap pelanggan merek baru, dan memperkirakan margin kotor akan mulai membaik tahun depan, sementara volume pengiriman diperkirakan meningkat lebih jelas setelah kuartal kedua 2026.
Dalam perencanaan kapasitas, meski menghadapi tantangan rantai pasok global, kata Chung Jye, mereka rencana ekspansi kapasitas mereka berjalan stabil, dengan target belanja modal tahun ini sekitar US$60 juta (Rp999 miliar) tetap tidak berubah.
Penempatan kapasitas di berbagai negara akan memberikan lebih banyak pilihan bagi pelanggan yang ada dan membantu menarik pelanggan baru, kata perusahaan.
(Oleh Pan Chih-yi dan Jason Cahyadi)
Selesai/ML