Mantan Wapres Try Sutrisno tutup usia, pernah dikunjungi pejabat Taiwan di kediamannya

02/03/2026 18:02(Diperbaharui 02/03/2026 18:13)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Wakil Presiden Ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno. (Sumber Foto : Koleksi CNA)
Wakil Presiden Ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno. (Sumber Foto : Koleksi CNA)

Taipei, 2 Mar. (CNA) Wakil Presiden Ke-6 Republik Indonesia Try Sutrisno meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, pada Senin (2/3) pagi sekitar pukul 07.00 WIB, dilansir Antara. Di masa jabatannya pada 1993-1998, ia tercatat sempat mendapat kunjungan dari pejabat Taiwan.

Melansir dari Kantor Berita Antara, informasi mengenai wafatnya Try Sutrisno disampaikan melalui pesan berantai yang dikirimkan atas nama keluarga dan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, serta dibenarkan beberapa pejabat di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara dan Pasukan Pengamanan Presiden.

Dalam informasi yang dihimpun CNA, jenazah Try Sutrisno dimandikan di RSPAD, kemudian dibawa ke rumah duka di Jalan Purwakarta Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat, dan disalatkan di Masjid Agung Sunda Kelapa, untuk kemudian dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menilai sosok Try Sutrisno menjadi teladan bangsa Indonesia tentang bagaimana mencintai negara. Istana menilai, semasa hidupnya, mendiang kerap menekankan pentingnya menjaga Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila, serta mengajak generasi muda untuk terus bersatu dalam mengisi kemerdekaan di tengah berbagai tantangan.

Prasetyo mengatakan bangsa Indonesia berduka dan merasa kehilangan salah satu putra terbaik yang sepanjang hidupnya mengabdikan diri kepada bangsa dan negara dan turut mengajak masyarakat mendoakan agar almarhum diterima amal ibadahnya dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

"Mohon doa kepada dari seluruh rakyat Indonesia supaya bismillahirrahmanirrahim insyaallah beliau husnul khotimah, diterima semua amal perbuatannya, diampuni segala dosa-dosanya, dan kepada keluarga yang ditinggalkan selalu diberikan kekuatan dan ketabahan," kata Prasetyo.

Persinggungan dengan Taiwan

Selama menjabat, sebagai orang nomor dua di Indonesia, Try Sutrisno memiliki banyak persinggungan dengan dunia internasional, tak terkecuali Taiwan.

CNA sebagai kantor berita nasional Republik Tiongkok (Taiwan) misalnya, ikut memberitakan sumpah jabatan Try Sutrisno sebagai wakil presiden pada 11 Maret 1994, dengan mencatatnya sebagai mantan panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia.

Setelah itu, Try Sutrisno tercatat memimpin upacara pembukaan 1993 Asian Basketball Confederation Championship for Men di Indonesia, di mana Taiwan berlaga dengan nama China Taipei, hingga berhasil menempati peringkat kelima dari 18 tim. 

"Di bawah dukungan Try Sutrisno dan sorak sorai penonton Indonesia, tim Indonesia berhasil membalikkan keadaan dan menang 71-62 atas Hong Kong," bunyi laporan CNA.

Dikunjungi Pejabat Taiwan

Pada tahap yang lebih intim, CNA juga mencatat kunjungan sejumlah pejabat Taiwan ke kediaman Try Sutrisno. Saat itu 5 April 1994 pagi, rombongan dari Taiwan yang menemuinya, termasuk Wakil Menteri Urusan Ekonomi Lee Shou-jou (李樹久), Presiden Taiwan Research Institute Liu Tai-ying (劉泰英), dan Wakil Ketua Komisi Badan Usaha Milik Negara Kementerian Urusan Ekonomi Yeh Man-sheng (葉曼生).

CNA melaporkan rombongan berangkat pada pukul 09.00 dengan didampingi Perwakilan Taiwan untuk Indonesia, Lu Pao-sun (陸寶蓀), untuk melakukan kunjungan kehormatan ke kediaman Try Sutrisno. Setelah tiba, mereka disambut dengan hangat lalu menjalani pertemuan yang berlangsung sekitar 45 menit.

Lee, yang baru saja wafat pada usia 90 tahun sekitar sebulan yang lalu, saat itu mengatakan Try Sutrisno membahas proses pelaksanaan rencana pembangunan ekonomi jangka panjang Indonesia selama 25 tahun terakhir.

Rencana yang disebut Try Sutrisno ini menekankan pembangunan ekonomi yang seimbang secara menyeluruh, dengan langkah yang stabil serta harapan untuk mengurangi kesenjangan yang serius di Indonesia, menurut Lee.

Lee mengatakan Try Sutrisno juga menyinggung kisah sukses perkembangan usaha kecil dan menengah Taiwan dan berharap dapat mempelajari pengalaman Taiwan, khususnya di sektor pertanian seperti industri gula dan garam, di mana kedua pihak dapat memperkuat kerja sama ekonomi.

Karena kunjungan ini bersifat tidak resmi mengingat tidak adanya hubungan diplomatik antara kedua belah pihak, Indonesia maupun Taiwan berharap penanganannya dilakukan secara rendah hati.

Lee juga menegaskan bahwa dalam pertemuan dengan Try Sutrisno, kedua pihak tidak membahas isu-isu sensitif seperti Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) maupun hubungan diplomatik Indonesia–Taiwan.

CNA mencatat rombongan studi badan usaha milik negara Taiwan yang dipimpin Lee dibagi menjadi tiga kelompok untuk meninjau berbagai proyek investasi dan kerja sama konkret di berbagai daerah.

Dalam serangkaian kunjungan di Indonesia pada April 1994, sejumlah pejabat dan pelaku usaha Taiwan bertemu dengan pejabat setempat untuk membahas kelayakan pendirian kilang minyak, kawasan industri, zona pengolahan ekspor, dan perkebunan tebu.

Kunjungan ini dilakukan hanya sekitar dua bulan setelah Presiden Lee Teng-hui (李登輝) bertemu Presiden Soeharto di Istana Tampaksiring, Bali pada 11 Februari 1994, sehari setelah Tahun Baru Imlek.

(Oleh Muhammad Irfan dan Jason Cahyadi)

Selesai/

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.