Dua terdakwa remitansi ilegal dalam tertinggalnya uang di kereta Taiwan dijatuhi hukuman percobaan

15/10/2026 14:58(Diperbaharui 15/10/2026 14:58)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
(Sumber Foto : Dokumentasi CNA)

Tainan, 15 Okt. (CNA) Dua wanita warga negara Vietnam hari Rabu (14/10) dijatuhi hukuman penjara dengan masa percobaan atas keterlibatan dalam praktik penukaran mata uang secara ilegal, yang terungkap setelah seorang pekerja migran meninggalkan uang tunai NT$4 juta (Rp2,1 miliar) di dalam kereta Taiwan Railway tahun lalu.

Baca juga: Remitansi ilegal yang libatkan pekerja migran terungkap pasca tertinggalnya NT$4 juta di kereta

Menurut putusan Pengadilan Distrik Tainan pada Rabu sore, seorang wanita Vietnam Phan Le dinyatakan bersalah bersama-sama melakukan tindak pidana menjalankan usaha pengiriman uang domestik dan internasional secara ilegal, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Perbankan.

Ia dijatuhi hukuman penjara selama dua tahun dengan masa percobaan lima tahun, serta diwajibkan membayar NT$300.000 ke kas negara dalam waktu dua tahun sejak putusan berkekuatan hukum, kata pengadilan.

Sementara itu, seorang wanita Vietnam bermarga Phan Trang dinyatakan bersalah bersama-sama melakukan tindak pidana yang sama. Ia divonis penjara satu tahun sepuluh bulan dengan masa percobaan tiga tahun serta diwajibkan membayar NT$50.000 ke kas negara dalam satu tahun sejak putusan berkekuatan hukum tetap.

Pengadilan menjelaskan bahwa Phan Le, yang mengelola restoran sederhana di Distrik Yongkang, Tainan, dan Phan Trang, sepupunya yang bekerja di sana, diduga menjalankan usaha pengiriman uang domestik dan internasional secara ilegal sejak Februari 2023.

Total transaksi pengiriman uang yang mereka tangani mencapai NT$7.033.440, dan Phan Le memperoleh keuntungan berupa biaya layanan sebesar NT$19.150, menurut pengadilan.

Seorang pekerja migran Vietnam, bermarga Ho, juga bekerja sama dengan mereka, menangani total transaksi mencapai NT$222.262.652 dan memperoleh keuntungan dari biaya layanan dalam jumlah yang tidak diketahui, menurut pengadilan.

Kasus ini bermula ketika cabang Biro Kepolisian Kereta Api di Kaohsiung pada 7 Mei 2025 menerima laporan dari Taiwan Railway Corp. bahwa seorang penumpang kehilangan uang tunai dalam jumlah besar di dalam kereta.

Pemeriksaan menemukan bahwa Ho, yang saat itu bekerja di sebuah pabrik batu di Chiayi, lupa membawa tas berisi uang tersebut saat turun dari kereta lokal yang ia naiki dari Stasiun Zhongzhou sampai Stasiun Tainan. Ia kemudian meminta bantuan di meja layanan stasiun.

Kepala kondektur menemukan tas yang ciri-cirinya sesuai di antara gerbong dan menyerahkannya kepada petugas di Stasiun Xinying serta kepolisian kereta api untuk diamankan. Karena jumlahnya dianggap sangat besar, pihak terkait melapor ke kepolisian, yang kemudian menyerahkan kasus ini ke kejaksaan.

Melalui penelusuran lebih lanjut, Kantor Kejaksaan Distrik Tainan menemukan bahwa kasus ini berkaitan dengan praktik pengiriman uang ilegal melalui jalur bawah tanah. Pada Februari tahun ini, kejaksaan menuntut empat orang yang diduga terlibat.

Dalam persidangan tingkat pertama, seorang pria Taiwan bermarga Tsai (蔡) dan istrinya, warga Vietnam yang telah dinaturalisasi dengan marga Mandarin Chih (制), masing-masing divonis penjara sepuluh bulan dengan masa percobaan dua tahun, serta satu tahun dua bulan dengan masa percobaan tiga tahun.

Sementara itu, Ho meninggalkan Taiwan pada Mei 2025 dan melarikan diri. Kejaksaan kemudian menerbitkan surat daftar pencarian orang terhadapnya.

(Oleh Chang Jung-hsiang dan Jason Cahyadi)

Selesai/ja

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.