Taipei, 15 Okt. (CNA) Manajer aset asing Schroders hari Rabu (14/10) mengumumkan peluncuran Schroders AI Technology Taiwan Equity Active ETF (00419A) di Taiwan dengan masa pemesanan diperkirakan dibuka pada 2 November, dengan menyatakan optimisme terhadap nilai rantai industri kecerdasan buatan (AI).
Produk ini merupakan ETF aktif pertama Schroders di Asia. Setelah Australia, Amerika Serikat, dan Eropa, Schroders memilih Taiwan sebagai titik awal ekspansi ETF aktifnya di kawasan ini.
Chairman Schroder Investment Management (Taiwan) Limited Hsieh Cheng-huang (謝誠晃) mengatakan Taiwan adalah pusat teknologi penting dunia sekaligus salah satu pasar ETF paling aktif dan paling cepat bertumbuh di Asia.
Seiring meningkatnya minat investor terhadap ETF aktif, Schroders memutuskan meluncurkan ETF aktif saham Taiwan pertamanya, ujar Hsieh.
Kepala ETF Global Schroders Tom Stephen mengatakan Taiwan memegang peran kunci dalam ekosistem AI global, dengan perusahaan-perusahaannya berada di garis depan inovasi semikonduktor, infrastruktur digital, dan teknologi generasi berikutnya.
Menurutnya, seiring meluasnya penerapan AI ke berbagai industri, Schroders melihat peluang investasi yang menarik di sepanjang rantai nilainya.
Manager Schroders Taiwan Yu Chiu-hua (游秋華) memperkirakan ekonomi global tumbuh stabil pada 2026, tetapi kinerja tiap negara sangat beragam.
Rantai pasok elektronik Taiwan sangat diuntungkan AI sehingga proyeksi pertumbuhannya terus direvisi naik. Dana Moneter Internasional (IMF) baru-baru ini menaikkan tajam proyeksi pertumbuhan Taiwan 2026 menjadi dua digit, yakni 10,7 persen.
Baca juga: IMF secara tajam naikkan proyeksi pertumbuhan PDB Taiwan tahun 2026 jadi 10,7%
Dengan indeks saham Taiwan (Taiex) mendekati 50.000 poin, Yu mengakui harga saham sudah naik. Namun, laba perusahaan tercatat juga terus direvisi naik.
Saham Taiwan saat ini diperdagangkan sekitar 17 kali laba, dekat dengan rata-rata lima tahun sekitar 16 kali, sehingga valuasinya dinilai belum berlebihan. Ia menilai fundamental yang kuat berpeluang mendorong pasar menembus rekor sebelumnya.
(Oleh Tseng Jen-kai dan Agoeng Sunarto)
Selesai/JC