Penyedia MBG di Taipei didenda NT$180 ribu setelah puluhan pelajar diare

18/09/2026 23:21(Diperbaharui 18/09/2026 23:29)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : Departemen Kesehatan Kota Taipei)
(Sumber Foto : Departemen Kesehatan Kota Taipei)

Taipei, 18 Sep. (CNA) Salah satu penyedia makan bergizi gratis (MBG) di Taipei didenda NT$180.000 (Rp100,9 juta) karena uji sampel makanan mereka menemukan sejenis racun bakteri yang menyerang pencernaan, setelah puluhan pelajar sekolah menengah pertama (SMP) diare, kata otoritas kesehatan kota hari Jumat (18/9).

Departemen Kesehatan Kota Taipei mengatakan pihaknya pada 8 September pagi menerima laporan dari Taipei Municipal Cheng Yuan High School bahwa 87 murid mereka mengalami gejala yang diduga sebagai keracunan makanan, seperti diare, usai mengonsumsi makanan dari kantin sekolah sehari sebelumnya.

Baca juga: Penyedia MBG di sekolah Taipei terancam denda hingga NT$200 juta atas dugaan keracunan

Setelahnya, lebih dari sepuluh murid The Affiliated Dali High School of University of Taipei dan dua murid Taipei Municipal Zhongshan Girls High School juga dilaporkan mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi makanan dari penyedia yang sama, menurut Departemen Pendidikan Kota Taipei.

Departemen Kesehatan dalam rilis pers hari Jumat mengatakan pihaknya telah mengambil sampel berupa satu sampel sisa makanan dari bento yang disimpan untuk pemeriksaan, lima sampel lingkungan, dan lima sampel dari tangan pekerja.

Hasil pemeriksaan yang keluar hari Jumat menunjukkan adanya enterotoksin B Staphylococcus aureus dalam kotak makanan yang disimpan untuk pemeriksaan, menurut departemen tersebut.

Menurut Direktorat Jenderal Pengawas Obat dan Makanan Taiwan, racun yang dihasilkan bakteri itu dapat menyebabkan keracunan makanan dengan gejala seperti muntah, mual, kehilangan nafsu makan, sakit perut, diare, lemas atau kolaps, hingga demam ringan, yang bisa berlangsung selama 24 jam hingga beberapa hari.

Departemen Pendidikan menjelaskan bahwa segera setelah menerima laporan, pihaknya langsung memerintahkan penyedia tersebut untuk menghentikan penyediaan makanan.

Cheng Yuan juga mengakhiri kontrak sesuai ketentuan, sementara SMP-SMP lain yang menerima makanan dari penyedia tersebut juga mengikuti sebagai langkah pencegahan, menurut departemen tersebut.

Terkait makanan yang masih disediakan perusahaan tersebut untuk kantin di sekolah-sekolah menengah atas lain, departemen pendidikan dan kesehatan menyatakan akan terus memperkuat inspeksi mendadak.

Departemen Pendidikan menegaskan pihaknya telah meminta Cheng Yuan membentuk satu pintu layanan khusus untuk melindungi hak dan kepentingan guru serta murid, termasuk urusan pengajuan ganti rugi dan permohonan klaim asuransi kelompok.

Biaya rawat jalan atau inap bagi guru dan murid yang berobat akibat insiden ini dapat diajukan untuk penggantian aktual berdasarkan ketentuan terkait dalam asuransi kelompok, guna memberikan dukungan medis dan ekonomi secara tepat waktu, kata departemen tersebut.

Departemen Kesehatan mengimbau agar pengolahan makanan mematuhi empat prinsip utama, yaitu kebersihan, kecepatan, pemanasan atau pendinginan, dan menghindari kelalaian, guna memastikan keamanan dan higienitas pangan.

Pekerja harus memerhatikan kebersihan diri, di mana mereka yang memiliki luka, bisul bernanah, radang tenggorokan, atau eksim tidak boleh terlibat dalam pembuatan atau pengolahan makanan, sebelum menjalani desinfeksi yang sesuai, menutup luka dengan baik, dan mengenakan sarung tangan kedap air, kata departemen tersebut.

Di Taiwan, makan siang bergizi diatur dan diawasi pemerintah daerah dan diselenggarakan pihak sekolah, sementara otoritas pusat menetapkan standar dan pedoman nasionalnya. Program ini telah gratis di sekolah-sekolah dasar dan menengah pertama Taipei sejak tahun ajaran 2026/2027, di bawah kebijakan pemerintah kota.

(Oleh Yeh Chen-yun dan Jason Cahyadi)

Selesai/

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.