Taipei, 9 Sep. (CNA) Salah satu penyedia makan bergizi gratis (MBG) di Taipei telah ditangguhkan operasionalnya, diputus kontraknya, dan terancam denda hingga NT$200 juta (Rp111,4 miliar) setelah dugaan keracunan makanan yang menimpa 87 pelajar sekolah menengah pertama (SMP) pada Senin (7/9), kata otoritas kota hari Selasa.
Menanggapi aduan dari seorang anggota Dewan Kota Taipei, Wali Kota Chiang Wan-an (蔣萬安), dalam wawancara media pada Selasa sore mengatakan bahwa setelah menerima laporan kasus, Departemen Pendidikan kota segera melakukan pemeriksaan di sekolah dan mengambil sampel untuk diuji.
Penyediaan makanan diubah menjadi pengiriman dari pihak eksternal untuk Selasa, dan baru akan dikembalikan seperti semula setelah keamanan pangan dipastikan, kata Chiang, menambahkan bahwa ia telah meminta departemen pendidikan dan kesehatan untuk segera memperjelas penyebab kejadian ini.
Di sesi interpelasi, Chiang, menjawab pertanyaan anggota dewan kota, mengatakan bagian makanan siap saji terkait, yang tersedia bagi murid SMP tetapi berada di dalam sekolah menengah atas (SMA), baru dimasukkan ke program makan siang bergizi sejak digratiskan pemerintah kota pada tahun akademik ini, tambahnya.
Pemerintah kota, kata Chiang, akan memeriksa secara menyeluruh apakah penyebabnya berkaitan dengan proses memasak, sanitasi dapur, atau faktor terkait lainnya.
Departemen Kesehatan Kota Taipei dalam rilis pers mengatakan pihaknya menerima laporan dari Taipei Municipal Chung-Yuan High School pada pukul 11.00 hari Selasa bahwa 87 murid mengalami diare secara bertahap sejak pukul 22.00 Senin, usai menyantap makanan dari bagian penyedia makanan matang sekolah saat makan siang.
Karena jumlah murid yang dilaporkan lebih dari 50 orang, petugas telah dikirim untuk melakukan penyelidikan dan pengambilan sampel, serta memerintahkan penghentian operasional, kata departemen tersebut.
Dalam pemeriksaan Selasa telah ditemukan lima masalah sanitasi, antara lain kotoran di bagian bawah lemari pendingin, genangan air di lantai, kotoran pada rak, dan kotoran pada bingkai, kata departemen tersebut.
Pengelola telah diperintahkan untuk melakukan perbaikan paling lambat Jumat. Jika tidak, mereka menghadapi sanksi denda maksimum NT$200 juta, kata departemen tersebut.
Departemen Kesehatan juga mengatakan bahwa di lokasi telah diambil sebelas sampel yang terdiri atas sisa makanan, sampel lingkungan, dan sampel dari tangan, yang akan menjalani pemeriksaan. Setelah hasilnya keluar, pihaknya akan melakukan penilaian secara komprehensif.
Apabila kasus ini dikategorikan sebagai keracunan makanan, berdasarkan pelanggaran Undang-Undang Pengelolaan Keamanan dan Sanitasi Pangan, akan dikenakan denda antara NT$60.000 hingga NT$200 juta, kata departemen tersebut.
Sementara itu, Kepala Departemen Pendidikan Kota Taipei, Tang Chih-min (湯志民), dalam pertemuan di dewan kota mengatakan bahwa dari 87 pelajar yang diare, satu di antaranya hari Selasa izin beristirahat di rumah, sementara yang lainnya bersekolah seperti biasa.
Departemen Pendidikan melalui rilis pers menyatakan pihaknya selalu menerapkan standar tertinggi dan pengawasan yang ketat dalam keamanan pangan di lingkungan sekolah, dan setelah kejadian, telah secara proaktif turun tangan dan mengawasi sekolah dalam menerapkan berbagai langkah penanganan.
Departemen tersebut menambahkan bahwa pihaknya pada Selasa pagi telah mengirim petugas untuk melakukan pengawasan, dan pihak sekolah segera mengadakan rapat tanggap darurat untuk menangani situasi.
Terhadap pelajar kelas 9 yang memiliki jumlah laporan paling banyak, pihak sekolah telah melakukan pendataan dan menerapkan pemantauan berdasarkan tingkat kondisi masing-masing, serta menyelesaikan prosedur pelaporan terkait keamanan sekolah dan kesehatan, kata departemen tersebut.
Selain itu, wali kelas telah dikerahkan untuk masuk ke setiap kelas guna melakukan survei dan memahami kondisi murid, sementara kantor bimbingan dan konseling juga menenangkan kondisi emosional dan terus memantau keadaan kesehatan mereka, kata departemen tersebut.
Dalam interpelasi lainnya di dewan kota pada Rabu, Chiang mengatakan pemerintah kota telah memutus kontrak MBG dengan pihak pemasok dan mengaktifkan mekanisme cadangan penyediaan makanan.
Seluruh murid terdampak telah kembali bersekolah, dan pemerintah kota akan memberikan perhatian khusus untuk memantau kesehatan dan perkembangan kondisi mereka, kata Chiang.
Pada saat yang sama, pemerintah juga melakukan penelusuran asal bahan makanan, pembersihan dan desinfeksi lingkungan secara menyeluruh, serta pemeriksaan proses memasak dan pengangkutan makanan, tambahnya.
Selain itu, Chiang mengatakan pihak berwenang telah melancarkan pemeriksaan mendadak terhadap keamanan pangan di seluruh sekolah di Taipei, yang disertai perluasan pemeriksaan terkait.
(Oleh Yang Shu-min, Huang Li-yun, dan Jason Cahyadi)
Selesai/IF