Taipei, 16 Sep. (CNA) Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung (林佳龍) pada Selasa (16/9) bertemu dengan seorang anggota kongres Honduras yang sedang berkunjung di Taipei dan mengatakan bahwa Taiwan terbuka untuk semua kemungkinan dalam hubungan di masa depan, dalam sebuah perkembangan langka sejak kedua negara memutuskan hubungan diplomatik pada tahun 2023.
Lin menyambut kunjungan Jorge Cálix, ketua kaukus Partai Liberal oposisi Honduras, dan mengatakan selama pertemuan bahwa kunjungan tersebut merupakan "langkah konkret untuk menunjukkan persahabatan dan dukungannya kepada Taiwan," kata Kementerian Luar Negeri (MOFA) dalam siaran pers pada Selasa.
Lin juga mengatakan bahwa ketika Taiwan dan Honduras masih menjadi sekutu diplomatik, mereka telah membuahkan hasil melalui kerja sama di berbagai bidang, menurut MOFA.
Taiwan terus menghargai persahabatan jangka panjangnya dengan rakyat Honduras, ujar Lin seperti dikutip dalam siaran pers tersebut.
Ia berjanji bahwa pemerintah Taiwan akan mempertahankan "pendekatan yang pragmatis dan terbuka" terhadap prospek hubungan di masa depan yang dapat "menciptakan segala macam kemungkinan," kata MOFA.
Sementara itu, Cálix mengatakan selama pertemuan ia melihat Taiwan sebagai model kebebasan, demokrasi, dan pembangunan ekonomi, menurut MOFA.
Dalam kunjungannya kali ini, kata Cálix, ia akan menjajaki peluang kerja sama di masa depan berdasarkan fondasi yang sudah ada, demikian dinyatakan dalam siaran pers tersebut.
MOFA tidak mengungkapkan kapan politisi Honduras tersebut tiba di Taiwan atau berapa lama ia akan tinggal.
Cálix telah menjabat sebagai anggota Kongres Nasional sejak 2014. Pada awal 2022, ia sempat menjabat sebagai presiden Kongres yang disengketakan.
Ia adalah politisi Honduras pertama yang secara terbuka mengunjungi Taiwan sejak negara Amerika Tengah tersebut memutuskan hubungan diplomatik dengan Taipei demi Beijing pada Maret 2023, di bawah Presiden Xiomara Castro saat itu, mengakhiri 82 tahun hubungan diplomatik.
Presiden baru Honduras, Nasry Asfura, yang mulai menjabat pada bulan Januari, telah berjanji selama kampanye pemilihannya untuk memulihkan hubungan dengan Taipei.
Namun sejak saat itu, baik Tegucigalpa maupun Taipei belum berbicara secara terbuka tentang kemungkinan pemulihan hubungan diplomatik.