Taipei, 17 Sep. (CNA) Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan hari Rabu (16/9) menyampaikan terima kasih atas pengakuan Parlemen Eropa terhadap ketahanan dan kekuatan teknologi Taiwan dalam laporannya yang berjudul "Temuan dan Rekomendasi Komite Khusus tentang Perisai Demokrasi Eropa (EUDS)".
Dokumen yang dirilis pada Selasa tersebut mengidentifikasi Taiwan sebagai mitra yang sejalan yang telah mulai mengembangkan prinsip dan kerangka kerja untuk menjaga integritas informasi berdasarkan nilai-nilai demokrasi, pluralisme media, dan hak asasi manusia.
Taiwan adalah "mitra terdepan dalam hal kesadaran situasional" dan telah menyelenggarakan latihan pertahanan sipil dan ketahanan untuk menghadapi meningkatnya taktik peperangan zona abu-abu dari Tiongkok, demikian isi dokumen tersebut.
Pendekatan seluruh masyarakat Taiwan dan praktik terbaiknya dapat berkontribusi pada pengembangan langkah-langkah kesiapsiagaan Uni Eropa dan meningkatkan efektivitas keseluruhan Perisai Demokrasi Eropa, tambah dokumen itu.
Dokumen tersebut juga menyoroti "peran utama" Taiwan dalam pengembangan teknologi tinggi dan pengalamannya yang luas dalam mempertahankan diri dari serangan hibrida Tiongkok serta manipulasi dan intervensi informasi asing (FIMI).
Dokumen itu menyerukan pertukaran rutin mengenai isu-isu keamanan terkait dan kerja sama yang lebih kuat dengan mitra sejalan di Asia Timur, termasuk Taiwan, Jepang, dan Korea Selatan, dalam menghadapi FIMI dan sabotase kabel bawah laut.
Dalam pernyataan pada Rabu, MOFA berterima kasih kepada Parlemen Eropa atas pengakuan dan dukungannya, seraya mengatakan Taiwan akan terus memperdalam pertukaran dan kerja sama dengan Uni Eropa dan mitra sejalan lainnya untuk melawan manipulasi informasi dan ancaman hibrida dari rezim otoriter, sekaligus berkontribusi pada perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di kawasan Indo-Pasifik dan di seluruh dunia.
Kementerian mencatat bahwa Komite Khusus EUDS mengunjungi Taiwan pada Juli 2025 dalam perjalanan pertamanya ke Asia, dengan ketua komite Nathalie Loiseau memimpin delegasi dalam pertemuan dengan Presiden Lai Ching-te (賴清德) dan Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung (林佳龍) untuk membahas isu-isu seperti ketahanan masyarakat dan penanggulangan FIMI.
Selesai/JC