Taipei, 16 Sep. (CNA) Seorang wanita Singapura berusia 67 tahun mengalami luka serius setelah ditabrak oleh sebuah bus dan terjebak di bawahnya saat menyeberang jalan di Taichung pada Rabu (16/9) pagi, menurut pihak berwenang.
Kepolisian Distrik Pertama Taichung mengatakan pihaknya menerima laporan tabrakan antara bus dan pejalan kaki di persimpangan Jalan Ziyou dan Jalan Minsheng di Distrik Barat kota tersebut pada pukul 11:11 pagi.
Polisi mengatakan sebuah bus Kuo-Kuang Motor Transport yang dikemudikan oleh pria berusia 45 tahun bermarga Gong (龔) menabrak wanita tersebut di zebra cross saat berbelok ke kanan ke Jalan Ziyou.
Wanita tersebut terjebak di bawah ban kanan depan bus dan berhasil diselamatkan oleh polisi dan paramedis, menurut keterangan kepolisian.
Ia mengalami patah tulang panggul dan patah terbuka pada lengan kanan atas serta tungkai kiri bawah, dan mengalami henti jantung di luar rumah sakit (OHCA), menurut pihak berwenang.
Tanda-tanda vitalnya kemudian berhasil dipulihkan saat ia dibawa ke China Medical University Hospital, tempat ia masih menjalani perawatan.
Media lokal melaporkan bahwa wanita tersebut sedang berkunjung ke Taiwan sebagai turis dan bepergian bersama keluarganya saat kecelakaan terjadi. Gong dinyatakan negatif alkohol dan narkoba.
Menurut Biro Jalan Raya, Gong telah mengemudi selama lima jam empat menit pada saat kecelakaan hari Rabu. Ia hanya mengemudi selama empat jam 46 menit pada hari Selasa dan telah mengambil cuti dari 9-14 September, menurut catatan.
Rincian pasti kecelakaan — termasuk tanggung jawab hukum — masih dalam penyelidikan.
Masalah keselamatan pejalan kaki di Taiwan
Setelah artikel CNN tahun 2022 menggambarkan Taiwan sebagai "neraka hidup" bagi pejalan kaki, pemerintah telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan keselamatan pejalan kaki, termasuk memperkenalkan hukuman yang lebih berat bagi pengemudi yang tidak memberi jalan kepada pejalan kaki dan legislasi yang bertujuan memperbaiki infrastruktur pejalan kaki.
Namun, keselamatan pejalan kaki tetap menjadi perhatian, dengan pengemudi sering kali tidak memberi jalan dan melaju kencang di jalan-jalan sempit.
Data pemerintah menunjukkan bahwa kematian pejalan kaki akibat kecelakaan lalu lintas sedikit menurun, dari 394 pada tahun 2022 menjadi 380 pada tahun 2023 dan 366 pada tahun 2024 dan 2025.
Terdapat 157 kematian pejalan kaki dalam enam bulan pertama tahun 2026, menurut data tersebut.