Paris, 14 Sep. (CNA) Menteri Kebudayaan Taiwan, Li Yuan (李遠), mengatakan di sebuah seminar di Paris pada Sabtu (12/9) bahwa sebuah artikel penting yang ditulis pada 1980-an oleh pembuat film dan kritikus Prancis, Olivier Assayas, memainkan peran penting dalam memperkenalkan Sinema Baru Taiwan ke dunia Barat pada saat yang krusial.
Li menyampaikan pernyataan tersebut dalam diskusi pascapenayangan film klasik karya sutradara Taiwan Edward Yang tahun 1986, The Terrorizers, yang naskahnya ditulis bersama oleh Li dan Yang, di ruang budaya L'Entrepôt.
Acara tersebut merupakan bagian dari retrospektif Sinema Baru Taiwan, sebuah gerakan film yang muncul di Republik Tiongkok (Taiwan) pada 1980-an, dan menampilkan Assayas serta kritikus film Prancis Jean-Michel Frodon.
Li mengenang saat menjadi tuan rumah bagi Assayas di Taipei pada 1984 ketika Assayas masih menjadi kritikus film muda yang menulis untuk Cahiers du Cinéma. Selama dua hari, Assayas menonton delapan film Taiwan, dengan Li menjelaskan alur ceritanya karena film-film tersebut tidak memiliki teks bahasa Inggris.
Setelah kembali ke Prancis, Assayas menerbitkan sebuah artikel berpengaruh berjudul "In the Margin of World Cinema", yang memperkenalkan generasi baru pembuat film Taiwan kepada penonton Eropa.
Artikel tersebut hadir pada saat yang sangat penting, ketika Sinema Baru Taiwan sedang berjuang di bawah hukum darurat militer dan menghadapi kritik di dalam negeri, kata Li.
Jika bukan karena artikel yang berdampak luas itu, Sinema Baru Taiwan mungkin tidak akan bertahan, ujar Li, seraya menambahkan bahwa tulisan Assayas membantu membuka jalan bagi film-film Taiwan untuk mendapatkan pengakuan di festival film besar Eropa.
Assayas mengatakan bahwa pada saat itu hanya sedikit penggemar film internasional yang mengetahui tentang sinema Taiwan, tetapi rekomendasi dari kritikus film Chen Kuo-fu (陳國富) mendorongnya untuk mengunjungi Taiwan, di mana ia bertemu dengan para pembuat film termasuk Edward Yang, Hou Hsiao-hsien (侯孝賢), Sylvia Chang (張艾嘉), dan sinematografer Christopher Doyle (杜可風).
Assayas mengatakan ia sangat terkesan pada saat itu, seraya menambahkan bahwa Sinema Baru Taiwan kemudian memberikan dampak mendalam tidak hanya pada sinema berbahasa Tionghoa tetapi juga pada sinema dunia.
Keberanian para pembuat film untuk bereksperimen di bawah tekanan politik kemudian menghasilkan karya-karya penting seperti "A Brighter Summer Day" dan "A City of Sadness", yang mengeksplorasi bab-bab sejarah yang sebelumnya belum pernah diceritakan, tambahnya.
Saat bekerja di Central Motion Picture Corp. pada 1980-an, Li mencatat bahwa ia dan rekan-rekannya berupaya meninjau kembali Taiwan melalui film dan memperkenalkan sinema Taiwan ke dunia.
Mengenang delapan tahun tersebut, Li mengatakan ia akan menggambarkan perannya sebagai seseorang yang telah membuka sebuah pintu.
Warisan Sinema Baru Taiwan terus berlanjut hingga hari ini, tambah Li, dengan para sutradara muda yang membawa semangatnya sekaligus memberikan perspektif baru terhadap sejarah dan kehidupan kontemporer.
Pada Sabtu pagi, Li mengunjungi Le Cube Garges, sebuah pusat inovasi digital dan budaya di Garges-lès-Gonesse yang dibuka pada tahun 2023.
Li tiba di Inggris pada 6 September sebelum melakukan perjalanan ke Prancis, di mana ia menghadiri acara-acara yang terkait dengan Penghargaan Budaya Taiwan-Prancis. Ia dijadwalkan kembali ke Taiwan pada Rabu mendatang.
Selesai/JC