Taipei, 15 Sep. (CNA) Menteri Luar Negeri Tuvalu, Paulson Panapa, mengatakan pada hari Selasa (15/9) bahwa kepemimpinan Taiwan dalam bidang kesehatan, inovasi digital, dan respons terhadap bencana layak mendapatkan "tempat di meja" dan bahwa Tuvalu akan terus menyuarakan dukungan untuk Taiwan di komunitas internasional.
Panapa, yang portofolionya juga mencakup Tenaga Kerja dan Perdagangan, menyampaikan pernyataan tersebut dalam pertemuan dengan Presiden Lai Ching-te (賴清德) di Kantor Kepresidenan dalam kunjungan resmi pertamanya ke Taiwan dalam kapasitasnya saat ini.
Taiwan dan Tuvalu dipersatukan oleh nilai-nilai bersama tentang demokrasi, hak asasi manusia, dan supremasi hukum, yang "memberikan makna pada kerja sama kita," kata Panapa.
Ikatan tersebut telah diperkuat oleh Perjanjian Kaitasi, yang ditandatangani antara kedua negara pada November 2025, yang menjadi dasar kerja sama di bidang ekonomi, ketahanan pangan, kedokteran dan kesehatan masyarakat, serta bidang lainnya, tambahnya.
Ke depan, Tuvalu berharap dapat memperkuat kerja sama di bidang energi terbarukan dan infrastruktur yang tangguh, serta memperluas peluang di bidang pendidikan dan mobilitas tenaga kerja, sehingga mendorong pembangunan berkelanjutan negara kepulauan Pasifik tersebut, kata sang menteri.
"Kepemimpinan Taiwan dalam bidang kesehatan, inovasi digital, dan respons terhadap bencana memperkaya komunitas global," kata Panapa. "Sudah sepantasnya keahlian seperti itu mendapat tempat di meja. Tuvalu akan terus bersuara jelas mendukung posisi Taiwan yang layak di komunitas internasional."
Sebaliknya, Lai mencatat bahwa Taiwan dan Tuvalu akan merayakan ulang tahun ke-47 hubungan diplomatik mereka pada Sabtu.
Kedua negara telah saling mendukung di komunitas internasional selama bertahun-tahun sambil menjalin kerja sama di bidang transformasi digital, ketahanan jaringan listrik, adaptasi perubahan iklim, dan budidaya perairan, kata Lai.
Ia berterima kasih kepada Tuvalu karena telah mengambil tindakan konkret mendukung Taiwan dengan mengadvokasi partisipasi internasional Taiwan pada Sidang Majelis Kesehatan Dunia dan Forum Kepulauan Pasifik tahun ini.
"Kami berharap Tuvalu akan terus dengan teguh mendukung partisipasi internasional Taiwan," katanya, merujuk pada Konferensi Para Pihak ke-31 pada Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (COP31), yang dijadwalkan pada bulan November.
Panapa memimpin delegasi beranggotakan lima orang, termasuk anggota parlemen Tuvalu Monise Laafai, dalam kunjungan lima hari ke Taiwan yang akan berakhir pada hari Kamis, menurut Kementerian Luar Negeri Taiwan.
Selesai/ja