Mendagri Taiwan ajak imigran baru lawan suap dalam pemilu

17/09/2026 15:26(Diperbaharui 17/09/2026 15:26)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Acara sosialisasi antisuap pemilu untuk imigran baru dan generasi kedua mereka di Taipei pada Rabu. (Sumber Foto : Direktorat Jenderal Imigrasi)
Acara sosialisasi antisuap pemilu untuk imigran baru dan generasi kedua mereka di Taipei pada Rabu. (Sumber Foto : Direktorat Jenderal Imigrasi)

Taipei, 17 Sep. (CNA) Menteri Dalam Negeri Liu Shyh-fang (劉世芳) hari Rabu (16/9) mengajak imigran baru untuk melawan praktik suap dalam pemilihan umum, mengatakan bahwa tindak kejatahan itu berpotensi merusak kualitas layanan publik hingga membahayakan keamanan negara.

Dalam sambutannya di acara imigran baru dan generasi kedua mereka menjelang pemilihan langsung pejabat daerah pada November, Liu mengatakan praktik suap dalam pemilu tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga dapat memengaruhi hasilnya.

Liu memperingatkan bahwa pejabat yang terpilih melalui politik uang kerap memanfaatkan korupsi untuk memperoleh keuntungan ilegal, sehingga menyebabkan rendahnya kualitas proyek dan pelayanan publik.

Kekuatan dari luar negeri juga dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan intervensi, sehingga menimbulkan bahaya besar bagi kualitas kehidupan masyarakat dan keamanan nasional, kata Liu.

Liu pun mendorong para imigran baru untuk lebih banyak mendengarkan platform dan kebijakan yang diusung setiap kandidat, memilih orang yang benar-benar mampu melayani masyarakat, dan menghargai setiap surat suara mereka.

Pemilihan umum di Taiwan sendiri kerap menghadapi dugaan percobaan intervensi dari Tiongkok, baik melalui konten mencurigakan, perjalanan gratis, hingga aliran dana, menurut pihak berwenang dan lembaga masyarakat.

Liu mengajak imigran baru bersama-sama melawan suap dalam pemilu agar demokrasi dapat berkembang dan berbuah di Taiwan serta diwariskan dari generasi ke generasi.

Ia mengatakan Taiwan merupakan masyarakat demokratis yang majemuk, bebas, serta berdasarkan demokrasi dan supremasi hukum, dan imigran baru berakar di tanah ini karena sistem demokrasi dan kebebasannya yang berharga, sementara pemilu merupakan perwujudannya yang paling langsung.

Pemungutan suara pada 28 November, di mana warga akan memilih wali kota atau bupati, anggota dewan kota atau kabupaten, lurah atau kepala desa, anggota dewan kelurahan atau desa, serta ketua RT, ditambah memutuskan beberapa isu melalui referendum, merupakan hasil perjuangan banyak pendahulu demokrasi, ujarnya.

Menteri Dalam Negeri Liu Shyh-fang. (Sumber Foto : Direktorat Jenderal Imigrasi)
Menteri Dalam Negeri Liu Shyh-fang. (Sumber Foto : Direktorat Jenderal Imigrasi)

Kepala Kantor Kejaksaan Distrik Taipei Wang Chun-li (王俊力) mengatakan bahwa selain bentuk suap yang sudah dikenal seperti uang tunai, pemberian hadiah, dan wisata gratis, masyarakat juga harus waspada terhadap campur tangan kekuatan dan dana dari luar negeri serta informasi palsu.

Wang mengimbau warga yang menghadapi situasi mencurigakan untuk bertanya dan memeriksa terlebih dahulu ketimbang langsung menerimanya.

Masyarakat yang menemukan tindakan yang diduga memengaruhi hasil pemilu dapat menghubungi saluran pelaporan di 0800-024-099 ekstensi 4, dan berkemungkinan menerima hadiah pelaporan NT$500.000 (Rp278,1 juta) hingga NT$20 juta, ucapnya.

Terciptanya iklim pemilu yang bersih, kata Wang, membutuhkan perlindungan bersama dari semua orang, tanpa memandang negara asalnya.

Seiring belum semua imigran baru memahami sistem pemungutan suara di Taiwan, Komisi Pemilihan Umum Kota Taipei membawa kotak dan bilik suara ke lokasi acara agar para imigran baru dapat melakukan simulasi. Kepala Distrik Zhongzheng, Fang Yueh-chi (方越琦) juga membimbing prosedurnya.

Acara Rabu diisi drama bertema jamuan makan malam Festival Pertengahan Musim Gugur menjelang pemilu, yang mengangkat berbagai situasi suap yang mungkin ditemui dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengajak makan mewah atau memberikan hadiah, kata Direktorat Jenderal Imigrasi (NIA) dalam rilis persnya.

Pertunjukan ini menarik perhatian orang dewasa maupun anak-anak, membuat penonton tersenyum sekaligus memahami bagaimana mengambil keputusan dan menentukan pilihan secara bijaksana ketika menghadapi godaan keuntungan dari praktik suap yang melanggar hukum, menurut NIA.

Pada akhir acara digelar forum diskusi, di mana para imigran baru menyampaikan pendapat dan menanyakan berbagai hal.

NIA mengatakan bahwa untuk melawan suap dalam pemilu, pihaknya akan terus menggabungkan kekuatan kejaksaan dan lembaga pemilihan guna melakukan sosialisasi dengan cara yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari dan interaktif.

(Oleh Jason Cahyadi)

Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.