Pemkot Taipei sidak 7 dapur sekolah pasca dugaan keracunan MBG

09/09/2026 19:30(Diperbaharui 09/09/2026 19:32)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : Departemen Kesehatan Kota Taipei)
(Sumber Foto : Departemen Kesehatan Kota Taipei)

Taipei, 9 Sep. (CNA) Pemerintah Kota Taipei hari Rabu (9/9) menyatakan telah memperluas inspeksi ke dapur di tujuh sekolah, dengan salah satunya ditemukan melanggar peraturan kebersihan, pasca dugaan keracunan makanan program makan bergizi gratis (MBG) yang menimpa puluhan pelajar sekolah menengah pertama (SMP) sejak Senin.

Departemen Kesehatan Kota Taipei hari Selasa mengatakan pihaknya menerima laporan dari Taipei Municipal Chung-Yuan High School pada pukul 11.00 bahwa 87 murid mereka mengalami diare secara bertahap sejak pukul 22.00 Senin, usai menyantap makanan dari bagian penyedia makanan matang sekolah saat makan siang.

Di sesi interpelasi dewan kota hari Selasa, Wali Kota Taipei Chiang Wan-an (蔣萬安) mengatakan bahwa bagian makanan siap saji terkait, yang tersedia bagi murid SMP tetapi berada di sekolah menengah atas (SMA), baru masuk program makan siang bergizi sejak digratiskan pemerintah kota pada tahun akademik ini.

Chiang hari Rabu mengatakan otoritas kota telah segera mengambil sampel untuk pemeriksaan, memerintahkan penghentian operasional, memutus kontrak dengan pihak pemasok, serta mengaktifkan mekanisme penyediaan makanan cadangan, sementara seluruh pelajar terdampak telah kembali bersekolah.

Departemen Kesehatan hari Selasa mengatakan pihaknya telah menemukan lima masalah sanitasi pada penyedia MBG, yang harus diperbaiki paling lambat Jumat, dan jika gagal dilakukan dapat dikenakan denda maksimum NT$200 juta (Rp111,4 miliar). Sampel juga telah diambil untuk pemeriksaan.

Baca juga: Penyedia MBG di sekolah Taipei terancam denda hingga NT$200 juta atas dugaan keracunan

Menurut rilis pers, departemen pendidikan dan kesehatan Taipei hari Rabu kembali mengirim petugas ke sekolah. Pemeriksaan awal menunjukkan daging dan bahan pangan terkait untuk makan siang pada hari kejadian seluruhnya memenuhi ketentuan penelusuran asal melalui tanda sertifikasi.

Daftar pemasok hulu serta data sumber bahan pangan yang masuk telah seluruhnya diidentifikasi, didata, dan diarsipkan untuk pemeriksaan di kemudian hari, menurut Departemen Kesehatan.

Departemen pendidikan dan kesehatan juga melakukan inspeksi mendadak terhadap dapur di sekolah serta perusahaan pencucian kotak makan yang menandatangani kontrak, dengan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap proses pencucian kotak makan serta kondisi sanitasi.

Seluruh sampel yang diambil dalam pemeriksaan telah dikirim untuk pengujian sesuai ketentuan guna lebih lanjut mengklarifikasi kemungkinan penyebab kejadian, menurut rilis pers Departemen Kesehatan.

(Sumber Foto : Departemen Kesehatan Kota Taipei)
(Sumber Foto : Departemen Kesehatan Kota Taipei)

Departemen Pendidikan juga mewawancarai pekerja dapur yang bertugas, guru dan staf sekolah yang mengonsumsi makan siang pada hari kejadian, serta murid dari setiap kelas.

Berbagai detail, termasuk tingkat kematangan makanan, aroma, cita rasa atau tekstur, serta reaksi fisik setelah makan, dicatat secara terperinci dan dibandingkan silang untuk merekonstruksi kondisi penyediaan dan konsumsi makanan pada hari itu, kata departemen tersebut.

Departemen Pendidikan menyatakan akan terus memantau kondisi kesehatan murid yang terdampak secara ketat.

Departemen Pendidikan menegaskan pihaknya terus melakukan pemeriksaan silang terhadap hasil berbagai wawancara, inspeksi, dan pengujian untuk mengklarifikasi penyebab kejadian. Selanjutnya, tindak lanjut akan terus dilakukan berdasarkan hasil pengujian.

Terkait keamanan pangan di lingkungan sekolah, standar pengawasan tertinggi akan diterapkan untuk memastikan kebersihan dan keamanan makanan yang dikonsumsi para murid, kata departemen tersebut.

Pada saat yang sama, inspeksi bersama juga diperluas dan diselesaikan terhadap dapur makanan panas di jenjang SMP pada tujuh sekolah menengah negeri dan kota, guna semaksimal mungkin mengklarifikasi penyebab kejadian.

Departemen Kesehatan menyatakan bahwa di perusahaan yang memasok makanan untuk jenjang SMP dari Taipei Municipal Datong Senior High School ditemukan empat pelanggaran kebersihan, yakni tidak dapat menunjukkan formulir pencatatan penerimaan bahan pangan, bagian bawah kulkas kotor, bahan tidak ditempatkan di permukaan yang tidak bersentuhan langsung dengan lantai, serta bahan di kulkas tidak ditutup.

Perusahaan tersebut telah diperintahkan untuk menyelesaikan perbaikan paling lambat Minggu, dan apabila pada pemeriksaan ulang setelah batas waktu masih ditemukan ketidaksesuaian, akan didenda NT$60.000 hingga NT$200 juta sesuai hukum, kata departemen tersebut.

Enam sekolah lainnya di berbagai wilayah Taipei masih memenuhi ketentuan, menurut Departemen Kesehatan.

(Oleh Jason Cahyadi)

Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.