Peduli PMI, UNM siap gelar seminar kesehatan mental di Masjid Agung Taipei

09/09/2026 15:10(Diperbaharui 09/09/2026 15:32)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Gambar : FIK UNM)
(Sumber Gambar : FIK UNM)

Taipei, 9 Sep. (CNA) Bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI), etos kerja yang baik saja tidak cukup, memiliki kesehatan mental yang stabil jauh lebih penting. Sayangnya, banyak PMI di Taiwan dilaporkan mengalami masalah kesehatan mental. Hal ini terjadi akibat akumulasi stres kerja, dinamika masalah pribadi dan keluarga, serta tuntutan adaptasi yang tinggi di lingkungan baru yang masih asing bagi mereka, tutur Mika Vernicia Humairo, dosen Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang (UNM).

Untuk itu tiga dosen dari Kesehatan Masyarakat UNM akan memberikan seminar kesehatan mental pada Minggu (13/9) bertempat di Masjid Agung Taipei. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kecakapan, ketanggapan, dan ketrampilan di negeri orang agar tercapai pekerja migran sehat, selamat dan berdaya, ujar Mika. 

Kegiatan yang akan diselenggarakan pada pukul 1 siang hingga 4 sore nanti, diadakan menjadi dua sesi, yaitu sesi seminar reproduksi wanita dan sesi kesehatan mental. Di awal kegiatan akan diberikan kuesioner untuk pendeteksian stres, kemudian di akhir acara akan diadakan konseling perorangan jika peserta terdeteksi menderita depresi akut, tambah Mika menjelaskan.

Selain pembahasan mengenai reproduksi pada perempuan migran usia produktif, dan skrining kesehatan mental, ketiga dosen tersebut juga akan membuka konseling bagi peserta. Kegiatan tersebut diharapkan dapat dihadiri oleh semua pekerja migran wanita maupun pria, tak terkecuali para diaspora Indonesia seperti pelajar dan kalangan profesional, tutur Mika yang akan membawakan sesi merawat kesehatan mental. 

(Oleh Miralux)
Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.