Yayasan Garden of Hope dan DBS selenggarakan forum 'perawat migran bahagia, lansia sehat'

08/09/2026 14:58(Diperbaharui 08/09/2026 14:58)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Para peserta forum, pengunjung dan panitia kegiatan forum dengan topik "Bergandengan Tangan Lintas Batas: Bersama Menciptakan Perawatan Berkelanjutan: "Perawat Migran Bahagia, Lansia Sehat" berfoto bersama. (Sumber Foto : The Garden of Hope Foundation)
Para peserta forum, pengunjung dan panitia kegiatan forum dengan topik "Bergandengan Tangan Lintas Batas: Bersama Menciptakan Perawatan Berkelanjutan: "Perawat Migran Bahagia, Lansia Sehat" berfoto bersama. (Sumber Foto : The Garden of Hope Foundation)

Taipei, 8 Sep, (CNA) Yayasan The Garden of Hope Foundation dan DBS bank mengadakan kegiatan forum dan pameran pada Sabtu (5/9) dengan topik, Bergandengan Tangan Lintas Batas: Bersama Menciptakan Perawatan Berkelanjutan: "Perawat Migran Bahagia, Lansia Sehat", menurut rilis pers yang diterima oleh CNA.

Kegiatan yang diselenggarakan mulai pukul 1 siang hingga 4 sore ini dihadiri oleh partisipan yang terdiri dari para lansia beserta perawat migrannya. Kegiatan yang bertempat di ILLUME TAIPEI, Hall A lantai 2, no. 100, Dunhua N. Rd., Songshan Dist., Taipei ini diawali dengan kata sambutan salah satunya oleh Arif Sulistiyo, kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI). 

Dalam sambutannya, Arif mengatakan bahwa Indonesia dan Taiwan memiliki hubungan ekonomi yang erat. Seiring jumlah lansia yang semakin meningkat di Taiwan, Indonesia berkontribusi pada perekonomian Taiwan melalui penempatan Pekerja Migran Indonesia sebagai perawat lansia di rumah tangga dan di panti jompo. 

Salah satu lansia mengunjungi stan untuk mendapatkan informasi mengenai AI Angel, layanan yang memudahkan lansia dan perawat migran berkomunikasi. (Sumber Foto : The Garden of Hope Foundation).
Salah satu lansia mengunjungi stan untuk mendapatkan informasi mengenai AI Angel, layanan yang memudahkan lansia dan perawat migran berkomunikasi. (Sumber Foto : The Garden of Hope Foundation).

Lebih dari 190.000 pekerja migran sebagai perawat lansia asal Indonesia memberikan perawatan dan dukungan kepada lansia dan orang berkebutuhan khusus di Taiwan, yang mencakup sekitar 82% dari perawat lansia asing di Taiwan. Kehadiran pekerja migran Indonesia sebagai perawat lansia memungkinkan keluarga Taiwan untuk tetap bekerja, sehingga mendukung pendapatan rumah tangga dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Taiwan yang berkelanjutan.

“Kami sangat yakin bahwa memberikan perawatan terbaik bagi lansia di Taiwan membutuhkan perawat yang tidak hanya memiliki keterampilan dan etos kerja yang baik, tetapi juga yang terpenting memiliki kesehatan mental yang stabil. Sebagai perwakilan Indonesia di Taiwan, kami memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan kekhawatiran yang disampaikan oleh para pekerja migran Indonesia yang bekerja di rumah tangga,” ujar Arif dalam kata sambutannya.

Dalam kata sambutannya, Arif Sulistiyo Kepala KDEI Taipei berpesan bahwa hal terpenting bagi PMI sebagai perawat memiliki kesehatan mental yang stabil. (Sumber Foto : The Garden of Hope Foundation). 
Dalam kata sambutannya, Arif Sulistiyo Kepala KDEI Taipei berpesan bahwa hal terpenting bagi PMI sebagai perawat memiliki kesehatan mental yang stabil. (Sumber Foto : The Garden of Hope Foundation). 

Di awal kegiatan tersebut, Arif juga menyampaikan kekurangan yang dihadapi pekerja migran Indonesia antara lain waktu istirahat yang tidak mencukupi, khususnya bagi pengasuh yang bertanggung jawab atas lansia yang memiliki demensia. Persoalan lain yang kerap dihadapi ialah tidak ada hari libur yang pasti, umumnya hanya diberikan sebulan sekali.

Upah minimum bulanan yang hanya sebesar NT$ 20.000 (Rp 11,1 juta) sejak tahun 2022 mengakibatkan kesenjangan upah yang semakin tinggi dibandingkan dengan pekerja formal, padahal mengasuh lansia memiliki beban kerja dan tanggung jawab yang berat, dan rentan terhadap berbagai risiko. Hal-hal itulah yang harus dipenuhi oleh Taiwan untuk membuat pekerja migran lebih bahagia, ungkap Arif.

Sementara itu, berdasarkan rilis pers, menjelaskan bahwa Taiwan memasuki era populasi masyarakat super-tua, perawatan lansia di rumah telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari bagi banyak keluarga. 

Berdasarkan statistik dari Kementerian Ketenagakerjaan, hingga Mei 2026, terdapat 229.000 pekerja perawat migran di Taiwan. Lebih dari 90 persen di antaranya bekerja sebagai pengasuh di rumah, menjadikannya mitra perawatan yang paling andal bagi banyak keluarga, tulis keterangan pers tersebut. 

Menurut keterangan tersebut, yayasan Garden of Hope dan DBS Foundation bekerja sama meluncurkan program tiga tahun bertajuk Migrant Caregiver Mental Health Support Programme (selanjutnya disebut sebagai "Perawat Migran Bahagia, Lansia Sehat" atau Happier Caregivers, Healthier Seniors). Program ini bertujuan untuk menciptakan model perawatan berkelanjutan yang berbasis pada kebaikan bersama, simbiosis, dan martabat dalam merawat langsung dari sumbernya.

Arif Sulistiyo, kepala KDEI Taipei (mengenakan batik) bersama GoH MIgrant dan DBS bank mengunjungi salah satu stan pameran. (Sumber Foto : The Garden of Hope Foundation).
Arif Sulistiyo, kepala KDEI Taipei (mengenakan batik) bersama GoH MIgrant dan DBS bank mengunjungi salah satu stan pameran. (Sumber Foto : The Garden of Hope Foundation).

Untuk mengatasi beragam kebutuhan bahasa dan komunikasi, program ini meneliti dan mengembangkan asisten dukungan kesehatan mental bagi pekerja migran dengan menggunakan AI Angel. Program tersebut adalah sistem dukungan kesehatan mental berbasis LINE Bot yang memungkinkan percakapan langsung (real-time) dalam bahasa ibu pekerja migran. 

Program ini juga secara khusus mengundang para pekerja migran pengasuh untuk menjadi pelatih AI, berpartisipasi dalam pengumpulan data, dan perancangan pengalaman pengguna. Program tersebut bertujuan untuk melibatkan keluarga, komunitas, asisten profesional, dan tim layanan kesehatan dalam membangun ekosistem perawatan lintas budaya yang  berkelanjutan. 

Dalam kegiatan seminar, para peserta juga diminta bertukar ide dengan kantor perwakilan dari berbagai negara di Taiwan serta para akademisi profesional. Pada saat yang sama, 11 perusahaan dan organisasi inovatif berpartisipasi dalam pameran imersif yang menampilkan cetak biru aplikasi teknologi, rehabilitasi berbasis rumah, dan pengurangan stres dalam perawatan, tulis rilis pers.

Perawatan lansia yang berkualitas dimulai dari perawat yang sehat. Ketika perawat mendapatkan dukungan dan rasa hormat yang cukup, keluarga dan komunitas dapat membangun ikatan yang lebih stabil dan saling percaya, tulis keterangan tersebut.

(Oleh Miralux dan Agoeng Sunarto)
Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.