Taipei, 8 Sep. (CNA) Platform e-commerce Taiwan, PChome, telah menghentikan penjualan produk yang mengandung bulu luak karena kekhawatiran terhadap kesejahteraan hewan, demikian dikonfirmasi perusahaan pada hari Senin (7/9) setelah sebuah kelompok hak-hak hewan memuji langkah yang diambil oleh pengecer daring tersebut.
Kelompok People for the Ethical Treatment of Animals (PETA) Asia mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Senin bahwa platform tersebut telah bergabung dengan semakin banyak bisnis Taiwan yang berhenti menjual produk berbahan bulu luak karena perlakuan buruk yang dialami hewan-hewan tersebut.
Setelah PETA mengeluarkan pernyataannya, PChome mengatakan kepada CNA bahwa mereka telah mengumumkan langkah tersebut pada bulan Juli dan memberitahu para penjual terkait untuk "menghentikan penjualan produk yang mengandung bulu luak," serta meminta mereka untuk meninjau informasi produk dan menghapus daftar produk yang terdampak.
Produk yang ditemukan melanggar aturan akan ditangani melalui mekanisme manajemen standar, kata PChome, tanpa merinci tindakan apa yang akan diambil jika terjadi ketidakpatuhan.
"Kami akan terus memperkuat peninjauan informasi produk dan inspeksi platform untuk memenuhi tanggung jawab kami dalam pengelolaan platform," kata PChome.
Platform daring tersebut tidak menyebutkan berapa banyak produk yang telah dihapus berdasarkan kebijakan baru ini atau memberikan rincian tentang jenis produk yang terdampak, meskipun telah diminta oleh CNA.
Namun, PETA Asia mengindikasikan bahwa produk yang paling terdampak oleh larangan baru ini termasuk kuas cukur pria, kuas makeup, kuas kaligrafi, dan kuas kerajinan.
Pencarian di PChome untuk "bulu luak" tidak menghasilkan daftar produk yang mengandung bahan tersebut ketika CNA memeriksa pada Senin sore.
Bulu luak dianggap sebagai nilai jual untuk kuas kelas atas, seperti kuas cukur. Bahan ini dipasarkan sebagai material premium yang dihargai karena kelembutannya dan kemampuannya menahan air.
Dalam pernyataan PETA Asia, Jason Baker, presiden kelompok tersebut, mengatakan alternatif serat sintetis berkualitas tinggi tersedia secara luas, berkinerja baik, dan terjangkau, sehingga tidak ada alasan untuk mendukung industri yang mengurung dan membunuh luak demi membuat kuas dari bulunya.
"PChome telah menunjukkan tingkat tanggung jawab sosial perusahaan yang tinggi, dan kami berharap lebih banyak pengecer dan merek akan mengikuti langkah ini," kata Baker.
Kelompok hak-hak hewan tersebut sebelumnya telah menerbitkan investigasi terhadap beberapa peternakan bulu luak di Tiongkok, menuduh bahwa luak di peternakan tersebut dikurung dalam kandang kecil dan mengalami penyiksaan sebelum dibunuh untuk diambil bulunya.
Kelompok itu juga menggambarkan Tiongkok sebagai "eksportir utama" bulu luak yang digunakan oleh produsen kuas di seluruh dunia.
Selain PChome, momo, platform e-commerce besar Taiwan lainnya, telah melarang penjualan produk yang mengandung bulu luak sejak 20 Mei 2026, setelah menerima surat dari PETA Asia, menurut pemberitahuan di situs aturan pedagang momo.
Selesai/IF