PMIO Lampung ditangani PPIL pasca kecelakaan di Nantou hingga cacat 2 tahun

15/08/2026 13:19(Diperbaharui 15/08/2026 13:19)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
(Sumber Foto : Dokumentasi CNA)

Taipei, 15 Agu. (CNA) Seorang pekerja migran Indonesia overstayer (PMIO) asal Lampung yang telah dirawat dua tahun di rumah penampungan Serikat Peduli Pekerja International (PPIL) di Kabupaten Nantou mengalami kesulitan bicara dan hanya duduk di kursi roda, dengan nasib yang masih terlunta antara pulang ke tanah air atau melanjutkan pengobatan di Taiwan.

PMIO tersebut, berinisial SW, awalnya bekerja di sebuah kabupaten di Taiwan tengah dua tahun lalu sebagai penjaga orang tua, tetapi ia memilih kabur tanpa ada yang tahu alasan pastinya, kata rekannya yang sesama PMIO di tempat penampungan, ketika ditemui CNA pada 27 Juli silam.

Juli Kuan, Ketua PPIL, mengatakan kepada CNA bahwa tak ada yang tahu kisah SW sebelumnya. Dirinya menemukannya saat ia terlantar di sebuah rumah sakit karena kecelakaan motor pada Desember 2024 lalu. 

Juli mengatakan, SW saat itu bekerja di sebuah perkebunan di Kelurahan Puli, Nantou. Saat pulang kerja, ia dibonceng temannya dan tertabrak mobil hingga terbentur tiang listrik hingga otaknya mengalami pendarahan. Saat itu, ia mengalami patah tulang, dan tidak bisa berjalan.

Juli juga mengatakan, SW saat itu tidak bisa dioperasi karena kondisinya koma dan sudah terlambat beberapa pekan, jadi pihak rumah sakit menolaknya.

Setelah beberapa pekan di rumah sakit, kondisi SW tidak ada kemajuan, dan pihak rumah sakit memintanya untuk keluar. Juli pun tak putus asa dan mendaftarkannya lagi di rumah sakit lainnya yaitu Taichung Tzu-Chi Hospital.

Di sana, ia mendapatkan janji untuk diberikan pengobatan gratis, terutama untuk operasi. Namun, sayangnya, kondisinya tidak memungkinkan lagi untuk dilakukan operasi, jadi SW dinyatakan cacat permanen. 

"Bulan Juni lalu saya sempat pulang ke Indonesia dan mengunjungi kampung halaman SW. Ternyata rumahnya di Lampung sangat jauh dari kota dan kondisinya memprihatinkan, bahkan jalanan yang dilalui tidak layak," kata Juli.

"Namun SW meminta untuk pulang, jadi kami usahakan September kembali ke Indonesia setelah mendapat pencairan asuransi kecelakaan lalu lintas," ujar Juli.

Juli juga mengatakan bahwa ia berencana untuk mendatangkan anak SW ke Taiwan agar dapat menjemputnya pulang ke Lampung dan menghadiri sidang terakhir untuk pengambilan uang asuransi kecelakaan. 

Juli mengatakan bahwa biarpun pekerja migran kerja secara ilegal, tetapi jika bekerja di bangunan, gedung, atau rumah, mereka bisa mendapatkan pencairan asuransi kecelakaan, termasuk dalam insiden lalu lintas. 

Sementara itu, Dwi Monica Meistasari Lahamendu, Analis Bidang Perlindungan WNI dan Penerangan Sosial Budaya Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei mengatakan kepada CNA bahwa KDEI terus memonitor penanganan SW sejak 2024. Dalam beberapa kesempatan, ucapnya, KDEI turut berkoordinasi dengan PPIL yang merawatnya.

"Kami menyambut baik rencana pemulangan yang bersangkutan dan membantu seluruh WNIO yang hendak pulang ke Indonesia. Namun demikian, kami menghormati keputusan keluarga yang mengkuasakan penanganan yang bersangkutan kepada PPIL. KDEI siap berkoordinasi dengan PPIL untuk membantu pemulangannya," ujar Dwi. 

Saat ditanya hal-hal apa saja secara umum yang harus dipersiapkan atas kepulangan PMIO ke Indonesia, Dwi mengatakan, khusus untuk kepulangan SW, ia memerlukan dokumen khusus dan pihaknya akan berkoordinasi dengan PPIL.

Ia juga menambahkan, yang biasanya yang disiapkan bagi PMIO adalah terkait dokumen perjalanan seperti paspor atau Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP), tergantung kebutuhan.

(Oleh Miralux)

Selesai/JC

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.