Taipei, 15 Agu. (CNA) Dana Kerja Sama dan Pengembangan Internasional Taiwan (TaiwanICDF) hari Jumat (14/8) meluncurkan sebuah buku yang menelusuri evolusinya dari sebuah lembaga bantuan luar negeri tradisional menjadi sebuah platform yang menghubungkan teknologi dan keahlian Taiwan dengan kebutuhan pembangunan global.
Diterbitkan untuk menandai ulang tahun ke-30 organisasi tersebut, "TaiwanICDF at 30: Shaping the Future Together" mengulas tiga dekade kerja pembangunan internasional sejak dana itu didirikan pada 1996.
Berbicara pada acara peluncuran di Taipei, Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung (林佳龍), yang juga menjabat sebagai ketua TaiwanICDF, mengatakan bahwa buku tersebut mendokumentasikan transformasi Taiwan dari penerima bantuan menjadi "penyedia solusi global."
Lin mengatakan bahwa pekerjaan dana tersebut telah berkembang dari misi pertanian dan bantuan kesehatan konvensional menjadi pembangunan kapasitas, transformasi digital, teknologi cerdas, dan pembangunan berkelanjutan.
Taiwan kini menyediakan pelatihan tenaga kerja semikonduktor, teknologi kecerdasan buatan (AI) berdaulat, sistem kesehatan cerdas, energi hijau, dan solusi ketahanan iklim kepada negara-negara mitra, ujarnya.
"Diplomasi bukanlah konsep abstrak," kata Lin. "Ini adalah jembatan yang kuat yang menghubungkan kemampuan maju Taiwan dengan kebutuhan global."
Sebagai contoh dari pekerjaan terbaru dana tersebut, Lin menyebutkan rencana Pusat Komputasi AI Berdaulat Taiwan-Paraguay, proyek pertanian dan tata kelola digital di Saint Lucia, sistem kesehatan cerdas di Saint Vincent and the Grenadines, serta program penyediaan hasil pertanian segar untuk anak-anak sekolah di Tuvalu.
TaiwanICDF akan memperluas kerja sama dengan lembaga bantuan dan bank pembangunan multilateral sekaligus memperkuat pertukaran pendidikan dan perdagangan, kata Lin.
Sekretaris Jenderal TaiwanICDF Huang Yu-lin (黃玉霖) mengatakan bahwa kerja sama pembangunan internasional harus semakin berfokus pada membantu mitra membangun kemampuan yang berkelanjutan, bukan sekadar memberikan sumber daya atau melaksanakan proyek individual.
"Keberhasilan kerja sama tidak seharusnya hanya diukur dari apa yang telah kami berikan, tetapi dari apa yang mampu dilakukan mitra kami," kata Huang.
Dana tersebut harus terus berkembang menjadi platform yang menghubungkan pengetahuan, teknologi, institusi keuangan, dan masyarakat Taiwan dengan mitra di seluruh dunia, tambahnya.
Duta Besar Belize Katherine Vanessa Meighan, seorang alumni beasiswa TaiwanICDF, mengatakan bahwa studi di Taiwan 21 tahun lalu telah mengubah hidupnya dan memberinya hubungan yang abadi dengan Taiwan.
Pekerjaan dana tersebut di bidang pendidikan, pertanian, infrastruktur, teknologi, dan kesehatan juga telah memengaruhi banyak orang, kata Meighan, seraya menambahkan bahwa kerja sama semacam itu membangun kepercayaan dan nilai-nilai bersama yang dibutuhkan untuk hubungan diplomatik yang langgeng.
Selesai/JC