Taipei, 13 Agu. (CNA) McDonald's Taiwan pada Kamis (13/8) menangguhkan penjualan produk barunya "Sea Flavor Shrimp Cutlet Burger" dan "Sea Flavor Double-Layered Shrimp Cutlet Burger" setelah ditemukan residu antibiotik terlarang pada potongan udang tersebut.
Penangguhan ini mulai berlaku pada pukul 10.30 pagi, satu hari setelah produk tersebut diluncurkan.
McDonald's mengatakan bahwa mereka menerima laporan dari importir pada Rabu malam bahwa hasil uji mandiri mendeteksi 0,7 bagian per miliar (ppb) nitrofuran dan metabolitnya pada sampel potongan udang, meskipun pemasok telah memberikan dokumen sertifikasi untuk bahan makanan laut tersebut.
Atas pertimbangan keamanan pangan, McDonald's menyatakan telah berhenti menggunakan potongan udang tersebut dan menangguhkan penjualan kedua burger tersebut. McDonald's juga akan mengembalikan uang kepada pelanggan yang membeli produk tersebut pada Rabu atau Kamis pagi.
Perusahaan meminta maaf kepada pelanggan dan mengatakan sedang mendiskusikan prosedur pengembalian dana, yang diharapkan akan diumumkan dalam waktu satu pekan.
Restoran tersebut juga menyatakan akan melakukan pengujian tambahan dan mengklarifikasi hasilnya dengan pemasok serta laboratorium pengujian.
Berbicara kepada media lokal, Yen Tzung-hai (顏宗海), direktur Pusat Keracunan Klinis di RS Memorial Chang Gung Linkou, mengatakan bahwa nitrofuran adalah kelas antibiotik spektrum luas yang dilarang di banyak negara termasuk Taiwan karena potensi efek karsinogeniknya.
Yen mengatakan bahwa orang dengan alergi antibiotik harus sangat berhati-hati, karena paparan nitrofuran dapat memicu reaksi alergi, dengan gejala paling umum berupa biduran.