PCINU Taiwan dan Sekjen Kemendag bahas pendampingan kewirausahaan PMI purna

10/08/2026 17:29(Diperbaharui 10/08/2026 17:29)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Silaturahmi PCINU Taiwan dengan Sekretaris Jenderal Kemendag, Isy Karim di Jakarta pada 3 Agustus. (Sumber Foto : PCINU Taiwan)
Silaturahmi PCINU Taiwan dengan Sekretaris Jenderal Kemendag, Isy Karim di Jakarta pada 3 Agustus. (Sumber Foto : PCINU Taiwan)

Taipei, 10 Agu. (CNA) Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Taiwan dan Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia, Isy Karim baru-baru ini membahas pemberdayaan pekerja migran Indonesia (PMI) purna dengan pendampingan kewirausahaan dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dalam pertemuan yang digelar pada 3 Agustus 2026 itu, PCINU menyampaikan pentingnya membangun ekosistem yang dapat membantu PMI untuk mengembangkan usaha setelah kembali ke Indonesia, menurut rilis pers yang dirilis Jumat (7/8).

Menurut PCINU, tidak sedikit PMI yang memiliki pengalaman, keterampilan, jaringan, serta pemahaman terhadap kebutuhan pasar Taiwan yang dapat dikembangkan menjadi peluang bisnis.

Dalam konteks tersebut, PMI purna tidak hanya diposisikan sebagai penerima manfaat program pemberdayaan, tetapi juga sebagai calon pelaku usaha, mitra perdagangan, sekaligus penghubung pasar Indonesia-Taiwan, kata PCINU.

Pengembangan UMKM berbasis pengalaman migrasi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu strategi untuk memperkuat kemandirian ekonomi PMI setelah kembali ke daerah asal, sebut PCINU.

Sebagai organisasi masyarakat keagamaan yang memiliki jaringan komunitas Indonesia di Taiwan, kata PCINU, pihaknya melihat adanya peluang untuk turut berkontribusi dalam membangun jembatan ekonomi antara diaspora di Taiwan dengan pelaku usaha di tanah air.

PCINU menyebut jaringannya bersama badan otonom dan lembaga Nahdlatul Ulama (NU) dapat menjadi ruang edukasi dan fasilitasi bagi masyarakat, khususnya dalam memperkenalkan produk Indonesia, memberikan literasi kewirausahaan, serta menghubungkan pelaku UMKM dengan jaringan pasar dan komunitas Indonesia di Taiwan.

Ketua Tanfidziyah PCINU, Muhammad Ghofur, menyampaikan bahwa diaspora Indonesia di Taiwan memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari penguatan ekonomi Indonesia.

Menurutnya, keberadaan PMI dan komunitas Indonesia di Taiwan tidak hanya memiliki dimensi sosial dan ketenagakerjaan, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi melalui perdagangan, kewirausahaan, dan promosi produk Indonesia.

"PMI dan diaspora Indonesia di Taiwan memiliki pengalaman, jaringan, dan pengetahuan tentang pasar Taiwan. Potensi tersebut perlu dihubungkan dengan produk-produk unggulan Indonesia sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas, khususnya bagi masyarakat dan UMKM di daerah," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa PCINU siap berkontribusi dalam membangun jejaring antara komunitas Indonesia di Taiwan, pelaku UMKM, pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

"Harapannya, silaturahmi ini tidak berhenti pada pertemuan, tetapi dapat ditindaklanjuti dalam bentuk program yang konkret, terutama dalam membuka akses pasar produk Indonesia ke Taiwan dan pemberdayaan PMI purna," lanjutnya.

(Sumber Foto : PCINU Taiwan)
(Sumber Foto : PCINU Taiwan)

Sementara itu, Isy Karim menyambut baik silaturahmi dan pembahasan yang disampaikan PCINU.

Pertemuan ini menjadi ruang untuk mendiskusikan berbagai potensi yang dapat dikembangkan dalam hubungan perdagangan Indonesia dengan Taiwan, dan kunjungan ini sekaligus menegaskan pentingnya peran diaspora dan organisasi masyarakat dalam mendukung diplomasi ekonomi tanah air, sebut rilis pers.

Dengan jaringan komunitas yang kuat di luar negeri, organisasi masyarakat dapat menjadi salah satu mitra strategis dalam memperkenalkan produk Indonesia sekaligus membuka akses dan jejaring pasar internasional, demikian bunyi rilis pers.

Dalam rilis pers, PCINU menyebut pertemuan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara pihaknya dengan Kemendag, khususnya dalam membuka peluang kerja sama di bidang perdagangan antara Indonesia dan Taiwan serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Nusantara.

PCINU juga mengatakan pihaknya memandang bahwa penguatan literasi perdagangan bagi masyarakat Indonesia di luar negeri perlu mendapatkan perhatian.

Dengan pemahaman yang baik mengenai regulasi, masyarakat tidak hanya berperan sebagai konsumen produk Indonesia di Taiwan, tetapi juga dapat berkembang menjadi pelaku usaha dan bagian dari ekosistem perdagangan di antara kedua wilayah, kata PCINU.

Ke depannya, kata PCINU, sinergi antara pihaknya dan pemangku kepentingan terkait diharapkan dapat diarahkan pada pemetaan komoditas potensial, penguatan kapasitas UMKM, literasi regulasi ekspor, promosi produk Indonesia di Taiwan, serta penyusunan program pemberdayaan ekonomi bagi PMI purna.

Kunjungan silaturahmi PCINU Taiwan ke LPH NUHAC PBNU pada 3 Agustus. (Sumber Foto : PCINU Taiwan)
Kunjungan silaturahmi PCINU Taiwan ke LPH NUHAC PBNU pada 3 Agustus. (Sumber Foto : PCINU Taiwan)

Juga pada 3 Agustus, rombongan PCINU melakukan silaturahmi ke Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Halal Center Nahdlatul Ulama (NUHAC) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), sebagai langkah awal penjajakan pembentukan perwakilan lembaga tersebut di Taiwan, menurut rilis pers terpisah.

Dalam pertemuan, Direktur LPH NUHAC PBNU Abdul Hakam Aqsa memaparkan peran dan fungsi lembaganya sebagai LPH di bawah naungan PBNU yang bertugas melakukan pemeriksaan dan pengujian kehalalan produk sebagai bagian dari proses sertifikasi halal di Indonesia.

Selain menjelaskan mekanisme pemeriksaan halal, Hakam juga memperkenalkan pengembangan jaringan LPH NUHAC yang telah melakukan sertifikasi halal di Italia, Jepang, Tiongkok, Korea, Tailan, Prancis, dan negara lainnya.

Menurut Hakam, perluasan jaringan internasional menjadi bagian dari upaya memperkuat layanan halal sekaligus mendukung kebutuhan masyarakat muslim di berbagai negara.

(Sumber Foto : PCINU Taiwan)
(Sumber Foto : PCINU Taiwan)

Ghofur menyambut baik pemaparan ini, sekaligus menyampaikan komitmen PCINU untuk menginisiasi pembentukan perwakilan LPH NUHAC di Taiwan sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan layanan halal bagi masyarakat Indonesia di luar negeri.

Menurut Ghofur, kebutuhan akan layanan halal di Taiwan semakin mendesak seiring banyaknya produk makanan dan minuman lokal yang dikonsumsi PMI.

"Taiwan merupakan salah satu negara dengan jumlah pekerja migran Indonesia yang sangat besar. Banyak produk lokal yang dikonsumsi setiap hari. Karena itu, kami melihat perlunya kehadiran perwakilan LPH Halal Center NU agar dapat mendukung ekosistem halal sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Indonesia di Taiwan," ujarnya.

Melalui penjajakan kerja sama ini, kata PCINU, pihaknya berharap dapat bersinergi dengan LPH NUHAC PBNU dalam memperluas layanan pemeriksaan halal di tingkat internasional sekaligus memperkuat peran NU dalam pengembangan industri halal global.

(Oleh Jason Cahyadi)

Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.