Taipei, 28 Juli (CNA) Pebulu tangkis Indonesia, Apriyani Rahayu dan Dejan Ferdinansyah mengatakan banyak belajar dari debut mereka sebagai pasangan ganda campuran di ajang YONEX Taipei Open 2026 hari Selasa (28/7).
Di babak 32 besar yang berlangsung pada malam hari, Apri (28) dan Dejan (25) harus mengakui keunggulan pasangan Jepang Haruki Kawabe (21) dan Kokona Ishikawa (21) dalam dua set 19-21 dan 19-21. Pertandingan diisi reli-reli menegangkan dan kejar-kejaran angka.
Dalam wawancara dengan CNA, Apri mengaku harus lebih banyak belajar setelah pertandingan ini. "Hari ini saya cukup bersyukur, meskipun kami kalah, [kami] belajar banyak sih. Atmosfernya juga sudah beda."
Sementara itu, Dejan mengatakan dirinya dan Apri memiliki banyak pekerjaan rumah, yang ia sebut tercermin dari penampilan mereka di pertandingan.
"Mungkin saya sama Kak Apri harus banyak belajar lagi. Maksudnya, dari rotasi, dari pola main," ucapnya. "Seperti tadi di lapangan, kendala di lapangan -- ada angin, ada kok yang kurang nyaman -- itu juga harus dicari jalan keluar."
Menjawab pertanyaan CNA, Apri dan Dejan mengatakan ini bukan kali pertama mereka berada di Taiwan, tetapi pada kedatangan kali ini keduanya belum banyak melakukan aktivitas di luar pertandingan. "Paling makan doang," kata peraih emas ganda putri Olimpiade Tokyo 2020 tersebut.
Berpesan untuk para pecinta bulu tangkis Indonesia, termasuk yang datang mendukung di lokasi, Dejan mengucapkan terima kasih.
"Terus dukung kami, atlet Indonesia, karena dukungan kalian itu sangat berarti buat kita. Dan kita juga akan berusaha semaksimal kita. Semoga kita, atlet-atlet Indonesia, bisa mendapatkan hasil yang terbaik dan bisa berprestasi," tambahnya.
Di hari yang sama, dua pasangan ganda campuran Indonesia bertemu di babak 32 besar, dengan Verell Yustin Mulia dan Bernadine Anindya Wardana berhasil mengalahkan Marwan Faza dan Aisyah Salsabila Putri Pranata dalam dua set 21-11 dan 21-19.
Sementara itu, Renaldi Samosir dan Masita Mahmudin kalah dari Chen Tang Jie dan Clarissa San asal Malaysia dalam tiga set dengan angka 19-21, 21-18, dan 20-22, juga di babak 32 besar.
Di tunggal putri, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi berhasil masuk babak utama turnamen setelah menang atas Lee Yu-hsuan (李雨璇) dari Taiwan dan Kisona Selvaduray asal Malaysia, keduanya dalam dua set langsung.
YONEX Taipei Open 2026, turnamen Super 300 Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) yang diselenggarakan bersama oleh Asosiasi Bulutangkis Chinese Taipei dan Pemerintah Kota Taipei di Taipei Arena dari Selasa hingga Minggu, diikutsertai 468 atlet dan 22 negara, menurut situs webnya.
Daftar pemain unggulan turnamen didominasi Taiwan, termasuk urutan pertama di tunggal putra Chou Tien-chen (周天成) yang baru menjuarai China Open pada Minggu, dan peraih emas ganda putra Olimpiade dua kali Wang Chi-lin (王齊麟), yang kini berpasangan dengan Chiu Hsiang-chieh (邱相榤).
Unggulan kedua tunggal putra Lin Chun-yi (林俊易) dijadwalkan berhadapan dengan peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020 asal Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting pada Rabu siang.
Dari Indonesia, unggulan termasuk Zaki Ubaidillah di tunggal putra (kelima), Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin di ganda putra (kedelapan), dan Faza/Pranata di ganda campuran (ketujuh), sementara Amallia Cahaya Pratiwi dan Siti Fadia Silva Ramadhanti di ganda putri (keempat) telah mengundurkan diri.
Melalui unggahan media sosialnya, Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei hari Selasa menyerukan dukungan untuk para atlet Indonesia. "Saatnya kita bersatu memberikan semangat terbaik untuk para atlet Merah Putih yang sedang berjuang mengharumkan nama Indonesia di ajang bulu tangkis di Taiwan."
Selesai/IF