Berita Pilihan Taiwan Berbahasa Indonesia EP34

27/07/2026 17:27(Diperbaharui 27/07/2026 17:27)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

 

Oposisi unjuk rasa di Taipei terkait skandal minyak goreng tercemar

Kuomintang menggelar unjuk rasa di Taipei pada 25 Juli untuk menuntut penjelasan pemerintah setelah minyak goreng yang mengandung zat penyebab kanker benzo[a]pirena melebihi ambang batas ditemukan beredar di Taiwan.

Ribuan orang berkumpul di depan Kantor Kepresidenan di Taipei pada 25 Juli, menghadiri unjuk rasa yang digelar partai oposisi Kuomintang, setelah Central Union Oil Corp. diduga memproduksi dan memasok minyak goreng berbahan kedelai yang mengandung senyawa karsinogenik benzo[a]pirena hingga empat kali lipat batas hukum.

Legislator, wali kota, dan bupati Kuomintang serta legislator Partai Rakyat Taiwan mengkritik penanganan oleh pemerintahan Partai Progresif Demokratik, yang mereka sebut lambat dan tidak transparan.

Mereka mendesak Perdana Menteri Cho Jung-tai mengundurkan diri dan Presiden Lai Ching-te meminta maaf.

Cho sebelumnya telah membantah tuduhan bahwa pemerintah menutupi informasi, dan menegaskan pemerintah telah bertindak cepat. Kabinet juga telah mengajukan amandemen undang-undang untuk pengetatan aturan.

Menanggapi aksi, Ditjen Pengawas Obat dan Makanan Taiwan mengatakan pihaknya telah menunjuk pihak ketiga yang independen untuk menyelidiki penyebab kontaminasi dan akan memberikan informasi terbaru secara berkala.

Taiwan sahkan UU simpanan tabungan anak tahunan NT$60.000 

Parlemen Taiwan pada 24 Juli mengesahkan undang-undang yang membentuk dua rekening tabungan yang akan menerima setoran tahunan sebesar NT$60.000 untuk warga negara di bawah usia 18 tahun.

Undang-Undang Khusus tentang Rekening Masa Depan Taiwan, yang diusulkan pada Desember 2025, disahkan Parlemen Taiwan pada 24 Juli dengan dukungan oposisi, Kuomintang dan Partai Rakyat Taiwan.

Warga negara yang memenuhi syarat dan berusia di bawah 8 tahun akan menerima setoran tahunan NT$60.000 ke Rekening Tunjangan Pertumbuhan. Mereka yang berusia 7 hingga 17 tahun akan menerima NT$30.000 di Rekening Tunjangan Pertumbuhan dan NT$30.000 di Rekening Masa Depan setiap tahun.

CNA siap kirim 8 koresponden magang ke luar negeri 

CNA pada 23 Juli mengumumkan delapan mahasiswa akan diberangkatkan ke berbagai belahan penjuru dunia, termasuk Indonesia, untuk magang selama satu bulan sebagai koresponden.

Program CNA "Saya adalah Koresponden Luar Negeri" edisi ke-9 mengadakan kamp pelatihan jurnalistik dua hari satu malam di Taiwan utara, tengah, dan selatan, dengan 180 pendaftar.

Setelah seleksi, 32 peserta lolos ke tahap kedua. Enam belas peserta terbaik terpilih untuk magang internal di CNA, dan delapan di antaranya pada 23 Juli diumumkan masuk daftar peserta magang luar negeri di Prancis, Belgia, Indonesia, Filipina, Tailan, Malaysia, dan Korea Selatan.

Gabi Huáng, yang akan ke Jakarta, mengatakan bahwa selama pelatihan, ia membawa ilmu yang sudah dipelajari di kampus, lalu menerapkannya di lingkungan kerja jurnalistik profesional.

Dua PMI hilang kontak ditangkap atas bentrokan maut di Nantou 

Dua pekerja migran Indonesia hilang kontak ditangkap pada 23 Juli atas perkelahian di Kabupaten Nantou sehari sebelumnya, yang telah menewaskan seorang pekerja Indonesia.

Perkelahian yang diduga melibatkan PMI hilang kontak pecah di sebuah jalan pertanian di Kelurahan Puli, Kabupaten Nantou, pada 22 Juli sore. Kepolisian pun segera mengerahkan petugas.

Seorang PMI ditemukan tergeletak dengan bersimbah darah, dan dinyatakan meninggal dunia setelah mendapatkan pertolongan darurat di rumah sakit. Seorang pekerja migran lainnya terluka dan menjalani operasi.

Setelah mengumpulkan bukti di lokasi, memeriksa rekaman kamera pengawas, serta meminta keterangan saksi, kepolisian pada 23 Juli menangkap dua PMI hilang kontak di Desa Guoxing, kemudian menyerahkannya ke kejaksaan atas dugaan tindak pidana, termasuk pembunuhan.

Tiga musisi Indonesia tampil di festival Austronesia New Taipei 

Tiga musisi asal Indonesia yang pernah menempuh residensi di Taitung dan berkolaborasi dengan musisi masyarakat adat Taiwan tampil di New Taipei City Austronesian Cultural Festival pada 25 Juli.

Musisi asal Indonesia Dinar Rizkianti, Bunga Dessri, dan Gardika Gigih berkolaborasi dengan musisi lintas negara di New Taipei City Austronesian Cultural Festival yang digelar di Shihsanhang Museum of Archeology pada 25 Juli.

Sebelumnya, ketiganya menghasilkan berbagai karya kolaborasi dengan seniman dan musisi dari komunitas masyarakat adat Taiwan melalui Voice of the Ocean, program residensi seniman musik Austronesia internasional dari Pemerintah Kabupaten Taitung pada Agustus hingga September 2025.

Kepada CNA, Gigih tak memungkiri pengalaman residensi membuka wawasannya tentang betapa dekatnya relasi kultural antara dirinya sebagai orang Indonesia dengan masyarakat adat di Taiwan.

(Oleh Jason Cahyadi dan Jennifer Aurelia)

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.