Taipei, 24 Juli (CNA) Tiongkok takut terhadap pengaruh budaya Taiwan, kata Menteri Kebudayaan Li Yuan (李遠) pada Kamis (23/7), setelah penyelenggara festival film Taiwan di Tailan dilaporkan ditekan pihak yang mengaku mewakili Kedutaan Besar Tiongkok untuk menghapus logo Kementerian Kebudayaan dari materi promosi.
Berbicara di sela-sela Comic Exhibition 2026 di Taipei, Li berterima kasih kepada pihak penyelenggara Tailan karena menolak untuk menghapus logo tersebut, seraya mengatakan insiden ini menunjukkan Beijing "menggunakan segala cara yang mungkin" untuk menekan Taiwan secara internasional dan takut akan kekuatan kekuatan lunak negara tersebut.
"Kebudayaan sangatlah kuat," kata Li. "Tiongkok sangat takut dengan kekuatan budaya Taiwan."
Ia mengatakan festival ini menampilkan keragaman budaya Taiwan, menayangkan karya klasik Ang Lee (李安) seperti "Pushing Hands" (推手) dan "The Wedding Banquet" (囍宴), bersama dengan film dokumenter dan produksi Taiwan terbaru seperti "The Waves Will Carry Us" (人生海海) dan "La Paloma" (傳奇女伶高菊花).
Li mengatakan Tiongkok takut dengan hasil karya budaya Taiwan karena mencerminkan kebebasan dan keberagaman, dengan film, dokumenter, komik, buku bergambar, dan sastra yang membahas topik-topik yang tidak dapat dieksplorasi di Tiongkok.
Ia juga menyoroti jangkauan internasional industri komik Taiwan yang semakin luas, dengan semakin banyak karya yang diterjemahkan ke dalam bahasa asing, sementara komik Taiwan mengambil inspirasi dari manga Jepang dan gaya Eropa serta mengangkat tema mulai dari sejarah dan adaptasi sastra hingga isu LGBTQ.
Pernyataan Li dilontarkan setelah media berbahasa Inggris Tailan, Khaosod English, melaporkan bahwa beberapa hari sebelum festival dibuka di Bangkok pada Rabu, orang-orang yang mengaku sebagai pejabat Kedutaan Besar Tiongkok menelepon dan kemudian mengunjungi dua bioskop yang menjadi tuan rumah acara, menuntut penghapusan logo Kementerian Kebudayaan.
Menurut laporan, Thida Plitpholkarnpim, kepala Documentary Club yang ikut menyelenggarakan festival, mengatakan seorang penelepon yang berbicara bahasa Tailan dengan aksen Tiongkok mengancam setelah ia menolak permintaan itu, sementara pejabat kedutaan lainnya mengunjungi salah satu bioskop keesokan harinya untuk mengulangi tuntutan tersebut.
Thida mengatakan ini adalah dugaan upaya pertama oleh Kedutaan Besar Tiongkok untuk campur tangan dalam festival ini selama delapan tahun sejarahnya. Tiongkok tidak menanggapi permintaan komentar dari Khaosod English.
Festival selama lima hari ini, yang berlangsung pada 22-26 Juli di Bangkok dan Khon Kaen, menayangkan 17 film Taiwan.
Juga pada Kamis, Kementerian Luar Negeri Taiwan mengatakan kantor perwakilannya di Tailan telah memantau insiden tersebut dengan cermat, tetap berkomunikasi erat dengan penyelenggara, dan akan terus mengikuti perkembangan untuk menjaga martabat dan kepentingan Taiwan.
Kementerian juga berterima kasih kepada penyelenggara karena tetap teguh menghadapi apa yang disebutnya sebagai "campur tangan dan tekanan yang tidak pantas" dari Tiongkok.
Selesai/