Taipei, 26 Juli (CNA) Yuan Legislatif (Parlemen) hari Jumat (24/6) mengesahkan undang-undang yang membentuk dua rekening tabungan yang didanai pemerintah dan akan menerima setoran tahunan sebesar NT$60.000 (Rp33,3 juta) untuk warga negara di bawah usia 18 tahun, sebagai upaya untuk mengatasi menurunnya angka kelahiran di Taiwan.
Undang-Undang Khusus tentang Rekening Masa Depan Taiwan, yang diusulkan pada Desember tahun lalu, disahkan dengan dukungan dari oposisi Kuomintang (KMT) dan Partai Rakyat Taiwan (TPP), yang bersama-sama memegang mayoritas di Parlemen.
Berdasarkan undang-undang tersebut, warga negara yang memenuhi syarat dan berusia di bawah 8 tahun akan menerima setoran tahunan NT$60.000 ke Rekening Tunjangan Pertumbuhan. Mereka yang berusia 7-17 tahun akan menerima NT$30.000 di Rekening Tunjangan Pertumbuhan dan NT$30.000 di Rekening Masa Depan setiap tahun.
Undang-undang tersebut juga mewajibkan setoran awal sebesar NT$60.000 ke dalam Rekening Masa Depan untuk setiap penerima yang lahir setelah undang-undang ini berlaku.
Undang-undang ini akan berlaku setelah Presiden Lai Ching-te (賴清德) mengumumkannya.
Undang-undang ini berlaku untuk warga negara Republik Tiongkok (Taiwan) di bawah usia 18 tahun yang tinggal di Taiwan setidaknya 183 hari dalam setahun.
TPP memperkirakan bahwa program ini akan menelan biaya NT$200 miliar setiap tahun.
Dana di Rekening Tunjangan Pertumbuhan dapat ditarik perwakilan hukum pemilik rekening kapan saja.
Namun, dana di Rekening Masa Depan tidak dapat ditarik sebelum pemilik rekening berusia 18 tahun, kecuali dalam keadaan khusus, sesuai dengan undang-undang.
Biro Asuransi Tenaga Kerja di bawah Kementerian Ketenagakerjaan akan mengelola dana di Rekening Masa Depan dan menjamin imbal hasil tidak lebih rendah dari suku bunga deposito berjangka bank domestik dua tahun. Kas negara akan menutupi setiap kekurangan.
Sebelum pemilik rekening berusia 12 tahun, anggota keluarga dapat melakukan setoran tahunan tanpa batas ke dalam Rekening Masa Depan, sementara pemberi kerja dari perwakilan hukum pemilik rekening dapat menyumbang hingga NT$50.000 per tahun.
Legislator oposisi menghapus ketentuan dalam rancangan undang-undang awal yang akan memberikan pembebasan pajak untuk setoran sukarela ke dalam Rekening Masa Depan setelah legislator Partai Progresif Demokratik (DPP) yang berkuasa menyuarakan kekhawatiran tentang potensi penghindaran pajak.
Sebagai gantinya, undang-undang menyerahkan insentif pajak untuk setoran sukarela dan donasi bisnis untuk ditentukan pemerintah.
Legislator DPP memberikan suara menentang versi partai oposisi.
Pada Mei, Lai mengusulkan program yang memberikan "subsidi pertumbuhan" bulanan sebesar NT$5.000 untuk setiap anak di bawah usia 18 tahun. Berdasarkan rencana ini, keluarga dengan anak usia 5 tahun ke bawah akan menerima subsidi penuh, sementara setengah dari subsidi bulanan untuk anak usia 6-17 tahun akan disetorkan ke rekening tabungan individu.
Program ini diperkirakan akan diluncurkan pada 2027 dan menelan biaya NT$200 miliar setiap tahun, menurut informasi yang sebelumnya dirilis pemerintah.
Legislator DPP Fan Yun (范雲) mengatakan usulan KMT-TPP untuk mengizinkan setoran tambahan ke dalam Rekening Masa Depan oleh orang tua dan badan usaha telah mendorong para pakar kesejahteraan sosial untuk memperingatkan bahwa hal itu dapat memperburuk ketimpangan melalui redistribusi terbalik.
Ketua Fraksi KMT Fu Kun-chi (傅崐萁) mengatakan undang-undang ini dimaksudkan untuk mengatasi penurunan angka kelahiran di Taiwan, yang ia gambarkan sebagai krisis keamanan nasional yang serius.
Fu mengatakan pertumbuhan pendapatan pajak yang didorong Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC) dapat menghasilkan lebih dari NT$1 triliun pendapatan berlebih tahun ini, yang berpotensi membantu mendorong kaum muda untuk membangun keluarga.
Ketua Fraksi TPP Chen Ching-lung (陳清龍) mengatakan usulan Lai hanya akan diimplementasikan melalui langkah administratif, bukan melalui legislasi, sehingga masa depannya tidak pasti: bisa saja ada tahun ini dan tahun depan, tetapi menghilang di tahun berikutnya.
Selesai/