Taipei, 27 Juli (CNA) Gempa susulan hingga 5 SR dapat terjadi dalam waktu satu minggu setelah gempa yang mengguncang Taiwan utara pada Minggu malam (26/7), meskipun kemungkinan besar tidak akan terlalu terasa karena kedalamannya, kata Direktorat Jenderal Cuaca Pusat (CWA).
Gempa berkekuatan 5,6 SR terjadi pada pukul 20.36, dengan pusat gempa terletak di Distrik Shuangxi, New Taipei, pada kedalaman 95,7 kilometer. Gempa tersebut tercatat dengan intensitas 3 pada skala intensitas tujuh tingkat Taiwan di Kabupaten Yilan, New Taipei, Taipei, Taoyuan, Kabupaten Hsinchu, Kabupaten Hualien, Taichung, dan Kabupaten Miaoli.
Menurut Direktur Pusat Seismologi CWA, Wu Chien-fu (吳健富), gempa tersebut disebabkan oleh subduksi Lempeng Laut Filipina.
Wu menjelaskan, saat lempeng tersebut memanjang ke utara dari perairan lepas pantai Hualien dan menurun dengan sudut ke kedalaman sekitar 90 hingga 100 kilometer, gempa dapat terjadi di bawah area yang luas yang membentang dari perairan lepas pantai Yilan hingga New Taipei dan Taipei.
Ia mengatakan gempa susulan dengan kekuatan sekitar 4,5 hingga 5 SR tidak dapat dikesampingkan dalam pekan depan. Namun, karena terjadi pada kedalaman yang cukup besar, sebagian besar energi seismik akan terserap sebelum mencapai permukaan, sehingga intensitas di permukaan hanya 1 hingga 2, kemungkinan besar membuatnya hampir tidak terasa oleh masyarakat.
Gempa pada Minggu malam itu juga mendorong CWA untuk mengeluarkan peringatan Sistem Peringatan Publik (PWS) untuk Kabupaten Yilan, Taoyuan, Keelung, Taipei, dan New Taipei.
Wu mengatakan bahwa karena gempa terjadi jauh di bawah tanah, stasiun pemantauan permukaan perlu menerima sinyal yang cukup sebelum memproses data, sehingga peringatan dikeluarkan sekitar 17 detik setelah gempa dan waktu peringatan serta getaran yang dirasakan masyarakat sedikit berbeda di setiap wilayah.
Selesai/ja