Taipei, 27 Juli (CNA) Pengadilan Tinggi Taiwan hari Senin (27/7) memutuskan mantan Wali Kota Taipei, Ko Wen-je (柯文哲), akan beralih dari pemantau pergelangan kaki elektronik ke gelang elektronik mulai 5 Agustus.
Pengadilan menyatakan meskipun tak banyak ditemukan bukti bahwa Ko berisiko melarikan diri, pemantauan elektronik tetap diperlukan.
Putusan ini dapat diajukan banding.
Ko, pendiri Partai Rakyat Taiwan (TPP), baru-baru ini meminta pengadilan untuk mencabut atau mengubah persyaratan pemantauan tersebut. Ia berargumen bahwa, sebagai ketua pendiri partai, ia memiliki tanggung jawab politik dan tidak akan meninggalkan ibunya yang sakit parah, rekan politik, atau para pendukungnya dengan melarikan diri dari Taiwan.
Ko juga mengatakan ia sering perlu bepergian ke daerah pesisir dan pulau-pulau terluar untuk kegiatan politik, yang menyebabkan gelang kaki elektroniknya sering memicu alarm. Selain itu, ia berpendapat bahwa kewajiban untuk secara rutin melaporkan lokasinya, memantau tingkat baterai perangkat, serta menjaga komunikasi dengan pusat pemantauan elektronik dan pengadilan sangat membebani dan merusak reputasinya.
Ko juga menambahkan bahwa ia telah membayar uang jaminan sebesar NT$70 juta (Rp38,9 miliar) dan masih dikenai pembatasan perjalanan dan keberangkatan, yang menurutnya sudah cukup untuk memastikan ia tidak akan melarikan diri.
Pengadilan Tinggi menemukan bahwa antara 15 September 2025 dan 16 Juni 2026, perangkat pemantauan Ko menghasilkan 3.803 peringatan tingkat tiga -- kategori peringatan tertinggi -- tetapi hanya 53 yang terjadi di dekat daerah pesisir. Sebagian besar peringatan lainnya disebabkan oleh perangkat yang tidak terhubung lebih dari 30 menit atau karena kerusakan peralatan.
Oleh karena itu, pengadilan menyimpulkan catatan pemantauan tidak menunjukkan adanya upaya Ko untuk melarikan diri.
Pengadilan menambahkan bahwa gelang tangan elektronik memberikan kemampuan pemantauan yang sebanding dengan gelang kaki elektronik, tetapi lebih ringan dan tidak terlalu membebani secara fisik.
Pengadilan juga mencatat bahwa sekitar 98 persen peringatan sebelumnya terkait dengan masalah teknis, sehingga penggantian perangkat dapat membantu mengurangi jumlah alarm keliru, meringankan beban kerja polisi yang bertugas memverifikasi peringatan, dan meningkatkan efisiensi penempatan polisi.
Ko, mantan ahli bedah, menjabat sebagai wali kota Taipei dari 2014 hingga 2022. Ia mendirikan TPP pada masa jabatan keduanya dan mencalonkan diri sebagai presiden pada 2024.
Ia menjadi tersangka pada tahun itu dalam penyelidikan korupsi yang melibatkan proyek pembangunan kembali Core Pacific City di kota tersebut dan dituntut pada September.
Pada 26 Maret 2026, Ko dijatuhi hukuman 17 tahun penjara setelah dinyatakan bersalah atas tuduhan korupsi. Putusan tersebut telah diajukan banding. TPP dan beberapa anggota Kuomintang menyebut putusan itu bermotif politik, sementara Partai Progresif Demokratik yang berkuasa menolak berkomentar dengan alasan menghormati independensi peradilan.
Selesai/JC