ICATI: Pameran pendidikan Taiwan di Indonesia tahun ini diperluas

26/07/2026 10:51(Diperbaharui 26/07/2026 11:11)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Konferensi pers THEFI 2026 di Jakarta pada Jumat. (Sumber Foto : CNA, 24 Juli 2026)
Konferensi pers THEFI 2026 di Jakarta pada Jumat. (Sumber Foto : CNA, 24 Juli 2026)

Jakarta, 26 Juli (CNA) Taiwan Higher Education Fair Indonesia (THEFI) tahun ini, yang akan diikuti 65 perguruan tinggi, akan diperluas guna meningkatkan promosi pendidikan tinggi Taiwan di Indonesia, kata Ikatan Citra Alumni Taiwan se-Indonesia (ICATI) selaku penyelenggara hari Jumat (24/7).

Untuk memperkenalkan rangkaian pameran yang akan berlangsung pada Agustus tersebut dan keunggulan pendidikan tinggi Taiwan, ICATI hari Jumat menggelar konferensi pers di Jakarta yang dihadiri lebih dari 20 media Indonesia.

Ketua Umum ICATI, Hengky Lau mengatakan bahwa organisasi tersebut telah berdiri selama 57 tahun, kini memiliki lebih dari 10.000 anggota, serta 27 cabang dan organisasi alumni di seluruh Indonesia, yang selama ini aktif mendorong pertukaran pendidikan antara Taiwan dan Indonesia.

Ketua Umum Panitia THEFI 2026 Sudjadi Mulia mengatakan bahwa dengan dukungan Kementerian Pendidikan (MOE) Taiwan, pameran akan digelar pada 1 Agustus di Jakarta, 2 Agustus di Bandung, 4 Agustus di Semarang, 6-7 Agustus di Surabaya, dan 9 Agustus di Medan.

Di penyelenggaraan THEFI yang ke-10 ini, ujarnya, 65 perguruan tinggi Taiwan beserta lebih dari 100 perwakilan kampus akan berpartisipasi untuk memperkenalkan program studi, beasiswa, dan informasi mengenai studi di Taiwan.

ICATI menyampaikan bahwa setelah untuk pertama kalinya menggelar pameran pendidikan di Makassar pada tahun lalu, jumlah pelajar dari wilayah tersebut yang melanjutkan studi ke Taiwan mengalami peningkatan.

Oleh karena itu, tahun ini ditambahkan lokasi pameran di Semarang dengan harapan promosi dapat menjangkau wilayah Jawa Tengah, kata ICATI.

Selain itu, penyelenggaraan pameran di Surabaya juga diperpanjang dari sehari pada tahun lalu menjadi dua hari, tambah organisasi tersebut.

Kepala Divisi Pendidikan Kantor Ekonomi dan Perdagangan Taipei (TETO) di Indonesia, Shih Mei-chi (施眉綺) mengatakan Indonesia merupakan negara asal mahasiswa internasional terbesar kedua di Taiwan setelah Vietnam, dan sebagian besar mahasiswa Indonesia memilih jurusan teknik, manajemen bisnis, dan teknologi informasi.

Ia menambahkan bahwa MOE terus mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi dengan menyediakan berbagai sumber daya, termasuk Taiwan Scholarship, Huayu Enrichment Scholarship, serta International Industrial Talents Education Special Program.

Baca juga: Sebanyak 86 pelajar Indonesia raih beasiswa Taiwan

Selain itu, pemerintah juga terus menyempurnakan lingkungan belajar bagi mahasiswa internasional di Taiwan, termasuk memperkuat berbagai fasilitas dan layanan yang ramah bagi Muslim guna membantu mahasiswa internasional beradaptasi dengan kehidupan dan studi di sana, kata Shih.

(Oleh Gwyneth Sharon dan Jason Cahyadi)

Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.