YunTech dan UNP Kediri gelar kamp musim panas di Indonesia

12/07/2026 11:11(Diperbaharui 12/07/2026 11:11)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : YunTech)
(Sumber Foto : YunTech)

Taipei, 12 Juli (CNA) National Yunlin University of Science and Technology (YunTech) mengatakan pihaknya dan Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri telah kembali menggelar kampus musim panas untuk memperdalam kerja sama dengan mitra internasional, mendorong pertukaran lintas budaya, dan membina talenta berdaya saing global.

Memasuki tahun keduanya, rangkaian kegiatan kamp tahun ini, yang dibuka di kampus UNP Kediri hari Selasa (7/7), meliputi kuliah umum internasional, kompetisi bisnis, pertukaran budaya, serta kunjungan ke industri unggulan daerah, kata YunTech dalam sebuah rilis pers.

Melalui beragam kegiatan pembelajaran dan kerja sama dalam tim lintas negara, para mahasiswa tidak hanya meningkatkan kemampuan komunikasi lintas budaya, tetapi juga memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai karakteristik industri serta kondisi sosial dan budaya Indonesia, menurut YunTech.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNP Kediri, Amin Tohari menyampaikan bahwa kedua institusi telah menyelenggarakan program musim panas internasional bersama selama dua tahun berturut-turut, dengan hasil kerja sama yang terus berkembang.

Melalui program pertukaran ini, ujarnya, mahasiswa dapat memperoleh informasi mengenai peluang studi di luar negeri, beasiswa, magang internasional, serta pengembangan karier, sekaligus berinteraksi dengan dosen dan mahasiswa dari berbagai latar belakang budaya untuk meningkatkan daya saing global mereka.

Kerja sama antara kedua universitas juga mulai menunjukkan hasil yang nyata, kata Amin. Tahun ini, UNP Kediri akan merekomendasikan dua mahasiswa berprestasi sebagai penerima beasiswa Taiwan Experience Education Program untuk mengikuti program penelitian dan pembelajaran di YunTech, ujarnya.

(Sumber Foto : YunTech)
(Sumber Foto : YunTech)

UNP Kediri menyatakan bahwa sejak penandatanganan kerja sama pada 2023, selain menggelar program pembelajaran musim panas, kedua institusi juga telah membuka mata kuliah lintas negara berbasis Collaborative Online International Learning, serta mendorong kolaborasi pengajaran dan pertukaran akademik antardosen.

Ke depannya, kata UNP Kediri, kedua pihak akan terus memperluas kerja sama di bidang penelitian, pertukaran mahasiswa, program studi jangka pendek, dan berbagai bentuk kolaborasi lainnya, guna membangun kemitraan internasional yang berkelanjutan dan stabil.

Direktur Divisi Pertukaran dan Kolaborasi Internasional YunTech, Huang Chen-yuan (黃貞元) mengatakan bahwa pada kerja sama perdana tahun lalu ia sangat terkesan dengan perencanaan kegiatan yang matang serta sambutan hangat dari UNP Kediri, sehingga kunjungan dapat kembali terselenggara tahun ini.

Huang mengatakan dirinya berharap kerja sama yang berkesinambungan dapat membangun hubungan kemitraan yang semakin erat, menyediakan lebih banyak kesempatan belajar internasional bagi mahasiswa, serta mendorong pertumbuhan bersama bagi dosen dan mahasiswa dari kedua universitas.

Selain pertukaran akademik, kedua pihak juga membahas isu pembangunan berkelanjutan, termasuk penerapan konsep ekonomi sirkular dan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle), kata Huang yang datang bersama delegasi 22 mahasiswa lintas jurusan serta dua dosen lainnya.

Ke depannya, ujarnya, kedua universitas akan terus menjajaki peluang kolaborasi lintas negara untuk bersama-sama mengembangkan program pembangunan berkelanjutan yang memberikan dampak positif di bidang pendidikan, lingkungan, dan masyarakat.

(Sumber Foto : YunTech)
(Sumber Foto : YunTech)

Di rangkaian kegiatan, juga digelar kompetisi bisnis bertema "Menghubungkan Produk Lokal ke Pasar Global melalui Usaha Kecil dan Menengah Digital", mendorong mahasiswa memanfaatkan pengetahuan akademik dan strategi pemasaran digital untuk membantu meningkatkan visibilitas internasional produk-produk unggulan daerah di Indonesia.

Salah satu tim mahasiswa juga menggunakan tenun ikat Kediri sebagai studi kasus dan mengusulkan strategi pengembangan merek serta promosi digital, yang menunjukkan kemampuan inovatif dalam memanfaatkan kerja sama lintas negara untuk menjawab tantangan pengembangan industri lokal, kata YunTech.

Salah satu peserta program dari YunTech, Angel berbagi ini merupakan pengalaman pertamanya mengikuti pertukaran ke Indonesia. Selain merasakan secara langsung budaya setempat, ujarnya, ia juga memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang kerajinan tenun tradisional.

Ia mengaku sangat terkesan dengan kekayaan budaya Indonesia serta sambutan hangat dari dosen dan mahasiswa UNP Kediri. Melalui program pertukaran ini, ucapnya, ia tidak hanya memperluas wawasan internasionalnya, tetapi juga memperoleh pengalaman berharga dalam pembelajaran lintas budaya.

(Oleh Jason Cahyadi)

Selesai/ja

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.