Taipei, 12 Juli (CNA) Sebuah pameran seni kontemporer yang dibuka di Taipei Fine Arts Museum (TFAM) bulan ini akan mengeksplorasi bagaimana suara beririsan dengan persepsi, keadilan lingkungan, dan politik dengan menggunakan media yang agak tidak konvensional.
Bertajuk "Attunement: Contemporary Politics between Mindscape and Soundscape" (調:心境與聲景之間), pameran ini menampilkan karya 13 seniman dari Taiwan, Hong Kong, Indonesia, Vietnam, India, Timur Tengah, dan Eropa yang menggunakan berbagai jenis media, seperti gulungan tinta, bioelektroda, rekaman lapangan, dan riset perang sonik Tiongkok.
Berbicara pada upacara pembukaan pameran pada 3 Juli, kurator asal Singapura Hsu Fang-tze (許芳慈) mengatakan bahwa pameran ini bukan semata-mata tentang suara, melainkan tentang memperluas cara orang memandang dan terhubung dengan dunia.
“Pameran ini sendiri tidak menekankan suara. Sebaliknya, pameran ini mengingatkan kita bahwa kita mengalami dunia melalui lebih dari sekadar penglihatan,” ujarnya.
Hsu mendorong pengunjung untuk mendekati karya-karya tersebut dengan pikiran terbuka, alih-alih mencoba menafsirkan judul sebelum memasuki galeri.
“Jangan merasa harus memahami setiap karya. Sebaliknya, pertimbangkan bagaimana setiap karya membentuk persepsi Anda dan melibatkan indra Anda,” katanya.
Pameran ini berfokus pada tema-tema yang saling terkait yaitu “bernapas,” “mendengarkan,” dan “resonansi,” serta mengambil inspirasi dari tradisi filsafat Barat dan Timur, menurut deskripsi TFAM tentang pameran ini.
Pameran ini mengambil inspirasi dari gagasan filsuf Jerman Martin Heidegger tentang “penyelarasan” dan konsep Daois tentang “musik sempurna” dalam Zhuangzi.
Dalam kedua tradisi tersebut, suara dipahami sebagai cara untuk menghubungkan orang satu sama lain dan dengan dunia di sekitar mereka, kata museum.
Salah satu sorotan pameran adalah karya seniman Lebanon Tarek Atoui berjudul “Pulses in 11,” sebuah instalasi yang menggabungkan turntable, simbal, gong, tetesan air, dan suara yang dihasilkan komputer.
Karya lain yang ditampilkan termasuk karya seniman Taiwan Chen Ting-Jung (陳庭榕) berjudul “You Are the Only One I Care About (whisper)” (我只在乎你(私語)), sebuah instalasi suara delapan kanal yang sebagian dibangun dari koran bekas, dan karya seniman Vietnam Nguyen Trinh Thi berjudul “47 Days, Sound-less,” sebuah instalasi video tiga kanal yang dipresentasikan dengan cermin.
Hsu mengatakan pameran ini, yang dikembangkan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, perubahan iklim, dan pengaruh media sosial, pada akhirnya menekankan pentingnya mendengarkan dan saling memahami.
Meskipun seni saja tidak dapat membawa perdamaian dunia, katanya, seni dapat mendorong refleksi dan empati dengan mengajak orang untuk mengalami dunia dari perspektif yang berbeda.
Pameran ini berlangsung hingga 27 September di Galeri 3A dan 3B di TFAM.