CWA peringatkan gelombang panas Taiwan 2027 akan berkepanjangan

06/07/2026 12:35(Diperbaharui 06/07/2026 12:35)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
(Sumber Foto : Dokumentasi CNA)

Taipei, 6 Juli (CNA) Taiwan kemungkinan akan mengalami musim dingin yang lebih hangat dari biasanya tahun ini akibat dampak kuat El Niño, dengan suhu panas ekstrem yang kemungkinan akan berlanjut hingga musim semi dan panas 2027, menurut Direktorat Jenderal Cuaca Pusat (CWA).

CWA mengatakan peristiwa El Niño biasanya mencapai puncaknya pada musim gugur dan dingin, sehingga meningkatkan kemungkinan musim dingin yang hangat di Taiwan. Berdasarkan pola historis, efek pemanasan ini sering bertahan hingga musim semi dan panas berikutnya, sehingga meningkatkan kemungkinan panas berkepanjangan tahun depan.

Pemrakira cuaca CWA, Lo Tzu-ting (羅資婷) baru-baru ini mengatakan kepada CNA bahwa meskipun panas ekstrem tidak meningkat secara stabil setiap tahun, jumlah hari panas menunjukkan tren kenaikan secara bertahap dari waktu ke waktu.

Menurut CWA, Taiwan mengalami panas terparah antara tahun 2020 dan 2021 selama kekeringan terburuk di pulau itu dalam satu abad, yang dipicu kombinasi sistem tekanan tinggi subtropis yang sangat kuat, kondisi La Niña, dan perubahan suhu permukaan laut regional.

Taipei mencatat 100 hari dengan suhu di atas 35 derajat Celsius pada 2020, jumlah tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai. Stasiun cuaca kota itu juga mencatat rekor suhu tertinggi 39,7 derajat pada 24 Juli tahun itu.

Sebagai respons terhadap meningkatnya risiko yang ditimbulkan panas ekstrem, Kementerian Lingkungan Hidup (MOENV) sedang mengembangkan kerangka respons panas nasional bertingkat yang akan mengaktifkan langkah-langkah perlindungan pada ambang suhu yang berbeda untuk kelompok yang berbeda.

Kementerian mengatakan kerangka kerja ini akan dimasukkan ke dalam Rencana Aksi Adaptasi Perubahan Iklim Nasional Taiwan setelah latihan lintas lembaga baru-baru ini yang mensimulasikan tiga hari berturut-turut suhu 40 derajat.

Pejabat lingkungan mengatakan sekolah, misalnya, dapat mengaktifkan langkah-langkah respons panas pada suhu 36 derajat atau 38 derajat, sementara dukungan untuk kelompok rentan seperti lansia yang tinggal sendiri dan anak-anak dapat dimulai pada ambang yang lebih rendah yaitu 32 derajat atau 34 derajat.

Setiap lembaga pemerintah juga akan diwajibkan untuk menentukan tindakan apa yang harus diambil pada tingkat panas yang berbeda, termasuk kapan langkah darurat harus diaktifkan, kata MOENV.

(Oleh Chang Hsiung-feng, Lee Hsin-Yin dan Miralux) 

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/JC

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.