Taipei, 7 Juli (CNA) Hujan lebat yang dibawa Taifun Bavi diperkirakan akan memengaruhi Taiwan paling parah pada Jumat (10/6) dan Sabtu, membuat pihak berwenang mengimbau pembersihan selokan dan menyiagakan 29.000 tentara untuk siaga pencegahan bencana.
Pada pukul 14.00 Selasa, pusat taifun tersebut berada sekitar 1.930 kilometer di timur-tenggara Tanjung Eluanbi, ujung paling selatan Taiwan, bergerak ke arah barat-barat laut dengan kelajuan 25 kilometer per jam, menurut Direktorat Jenderal Cuaca Pusat (CWA).
Taifun Bavi menunjukkan tanda-tanda melemah saat bergerak mendekati Taiwan, meskipun masih diperkirakan akan mempertahankan intensitas sebagai taifun, menurut pemrakira cuaca CWA Lee Meng-hsuan (李孟軒).
Taifun tersebut memiliki radius 350 kilometer, mencakup area yang luas, kata Lee.
Jika jalurnya tidak berubah secara signifikan, pihak berwenang dapat mengeluarkan peringatan laut pada Kamis, diikuti peringatan darat antara Kamis malam dan Jumat pagi, tambahnya.
Bavi diperkirakan akan berada pada jarak terdekat dengan Taiwan antara Jumat dan Sabtu, dengan kemungkinan terbesar melintasi perairan di lepas pantai timur laut atau wilayah laut utara Taiwan, menurut CWA.
Hujan signifikan diperkirakan terjadi pada Jumat dan Sabtu di Taiwan tengah dan utara, timur laut, serta daerah pegunungan di kabupaten Nantou dan Hualien, tambah CWA.
Warga harus waspada terhadap hujan lebat atau sangat deras, dengan potensi hujan "sangat ekstrem" di daerah pegunungan utara Taichung, kata CWA.
Sebelumnya pada Selasa, Sekretaris Jenderal Kabinet Xavier Chang (張惇涵) mengatakan dalam sebuah unggahan Facebook bahwa pemerintah daerah didorong untuk meningkatkan pembersihan saluran air menjelang Taifun Bavi, yang diperkirakan akan membawa lebih dari 1.000 milimeter hujan.
Sementara itu, Chang mencatat bahwa pemerintah telah menyiagakan 28.922 tentara untuk melaksanakan langkah-langkah pencegahan banjir, pekerjaan bantuan bencana, dan misi penyelamatan.
Selesai/