Taiwan rayakan 30 tahun lembaga bantuan luar negeri yang didanai pemerintah

01/07/2026 14:42(Diperbaharui 01/07/2026 14:55)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung (tengah) dan pejabat pemerintah dari beberapa negara menghadiri upacara peringatan 30 tahun TaiwanICDF. (Sumber Foto : CNA, 1 Juli 2026)
Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung (tengah) dan pejabat pemerintah dari beberapa negara menghadiri upacara peringatan 30 tahun TaiwanICDF. (Sumber Foto : CNA, 1 Juli 2026)

Taipei, 1 Juli (CNA) Taiwan hari Rabu (1/7) merayakan ulang tahun ke-30 pendirian lembaga bantuan luar negeri yang didanai pemerintah, TaiwanICDF, sekaligus berjanji untuk terus memberikan bantuan kepada negara-negara di seluruh dunia.

Berbicara dalam sebuah upacara untuk menandai peringatan tersebut, Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung (林佳龍), pemimpin kementerian yang mengawasi TaiwanICDF, mengatakan pendirian lembaga tersebut menandai pergeseran menuju upaya bantuan luar negeri yang lebih profesional dan terlembaga di Taiwan.

"Selama 30 tahun terakhir, melalui serangkaian proyek kerja sama internasional, kami telah berbagi sumber daya dan tumbuh bersama komunitas global, sekaligus menerjemahkan nilai-nilai seperti demokrasi, kebebasan, dan hak asasi manusia ke dalam tindakan nyata."

Taiwan dulunya adalah penerima bantuan luar negeri, khususnya dari Amerika Serikat, tetapi saat ini, dikenal secara global karena industri semikonduktor dan kecerdasan buatannya, kata Lin.

Ia mengatakan Taiwan menantikan untuk bekerja sama dan tumbuh bersama para mitranya berdasarkan "Model Taiwan", yang Lin sebut bertumpu pada empat pilar utama: pembangunan kapasitas, pemberdayaan sosial, solusi cerdas, dan kemakmuran bersama.

"Kami mendorong kemitraan yang saling menguntungkan, berharap dapat berjalan berdampingan dengan para mitra dan berbagi hasil pertumbuhan dan kemakmuran."

"Peringatan ke-30 ini menandai bukan hanya sebuah tonggak sejarah, tetapi juga titik awal yang baru," kata Lin, seraya menyatakan harapan bahwa slogan Kementerian Luar Negeri (MOFA), "Taiwan Dapat Membantu, Mitra Dapat Memimpin", akan semakin memperdalam kemitraan dengan negara-negara di seluruh dunia.

Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung di upacara peringatan 30 tahun TaiwanICDF. (Sumber Foto : CNA, 1 Juli 2026)
Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung di upacara peringatan 30 tahun TaiwanICDF. (Sumber Foto : CNA, 1 Juli 2026)

Sementara itu, Direktur Institut Amerika di Taiwan (AIT) Raymond Greene mengatakan dalam pidatonya bahwa Amerika Serikat bekerja sama dengan Taiwan dari 1951 hingga 1965 untuk membantu mereka tumbuh dan berkembang setelah Perang Dunia II.

Sejak berdirinya TaiwanICDF 30 tahun lalu, kata Greene, Taiwan telah menjadi mitra yang transparan dan efektif dalam memberikan bantuan teknis bersama kepada negara-negara yang membutuhkan.

"Kami telah bekerja sama untuk mendukung pembangunan di mana Amerika Serikat sudah terlibat. Kami juga memiliki keselarasan yang kuat dalam keamanan internasional, keamanan industri, kesehatan masyarakat, dan ketahanan rantai pasok," ujarnya.

Direktur Institut Amerika di Taiwan, Raymond Greene, berbicara di peringatan 30 tahun TaiwanICDF. (Sumber Foto : CNA, 1 Juli 2026)
Direktur Institut Amerika di Taiwan, Raymond Greene, berbicara di peringatan 30 tahun TaiwanICDF. (Sumber Foto : CNA, 1 Juli 2026)

Di antara pejabat sejumlah negara yang menyampaikan ucapan melalui video, ada Asep Saprudin dari Dinas Pertanian Kabupaten Karawang dan Kepala Biro Kerja Sama Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia Ade Candradijaya.

Menurut TaiwanICDF, upaya bantuan pembangunan luar negeri Taiwan dimulai pada 1959 ketika MOFA mengirimkan misi teknis pertanian ke Republik Vietnam untuk mendukung pembangunan pertanian.

Kemudian, Taiwan membentuk misi serupa di Afrika pada 1961 dan di Amerika Latin pada 1963, dan pada 1972 menggabungkan kelompok teknis Afrika dan Amerika Latin menjadi Organisasi Kerja Sama Teknis Luar Negeri.

Pada akhir 1980-an, pemerintah mendirikan Dana Pengembangan Kerja Sama Ekonomi Luar Negeri untuk memberikan bantuan keuangan kepada negara mitra yang sedang berkembang.

Kabinet kemudian mengusulkan untuk mengonsolidasikan semua program bantuan luar negeri Taiwan ke dalam satu lembaga guna meningkatkan koordinasi, dan TaiwanICDF secara resmi mulai beroperasi pada 1 Juli 1996.

Saat ini, Taiwan memberikan bantuan teknis, medis, pertanian, dan keuangan kepada negara-negara berkembang di seluruh dunia, dengan fokus utama pada sekutu diplomatiknya di Pasifik, Amerika Latin, Karibia, dan Afrika.

Di Indonesia, TaiwanICDF menjalankan kerja sama pertanian yang telah terjalin sejak 1976, di antaranya dengan Tim Teknis Taiwan yang membantu petani lokal.

Kepada CNA, TaiwanICDF pada November lalu mengatakan tujuan pihaknya adalah membantu Indonesia meningkatkan ketahanan pangan, memperluas lapangan pekerjaan daerah, menambah pendapatan petani, dan menjadikan Taiwan mitra jangka panjang yang paling terpercaya dalam perjalanan mereka menuju pertanian modern.

(Oleh Joseph Yeh dan Jason Cahyadi)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.