Taipei, 23 Juni (CNA) Tim perwakilan Taiwan mengalahkan Indonesia 10-0 melalui aturan belas kasihan dalam pembukaan ajang U-13 Little League Baseball Asia-Pacific & Middle East Regional Tournament 2026 di Youth Park Taipei hari Senin (22/6).
Tim Komunitas Xiangshang dari Taichung yang mewakili Taiwan mencatatkan total delapan pukulan, dengan Wang Zi-huan (王子煥) dan Yi Li-chen (易立宸) memberi kontribusi terbanyak, masing-masing membukukan dua.
Para pelempar Taiwan secara keseluruhan mencetak sepuluh strikeout, empat oleh pembuka Chen Ding-yu (陳定宇), lima oleh Liu Guan-ting (劉冠廷), dan satu oleh Wang Peng-yan (王芃硯).
Sementara itu, perwakilan Indonesia, Lorenz Baseball Club dari Tangerang Selatan, mencatatkan dua pukulan, yakni oleh Raphael Maximilian Darmawan dan Adrian Zaki Pujanarto. Pelempar Joeqn Shawn Long dan Maximilian masing-masing membukukan dua dan satu strikeout.
Namun, para pelempar Indonesia secara keseluruhan kecolongan enam walk, sementara pertahanannya tercatat melakukan enam kesalahan. Pertandingan ditutup dengan kemenangan perwakilan Taiwan 10-0 dalam lima inning melalui aturan belas kasihan.
Pelatih Kepala Lorenz Baseball Club, Ridzki Aditya mengatakan kepada CNA bahwa perwakilan Taiwan adalah tim yang kuat dan "jauh lebih unggul," dengan organisasi permainan yang sangat baik.
"Kami berusaha bermain disiplin, menjaga fokus, dan memanfaatkan peluang yang ada. Pertandingan ini menjadi pengalaman berharga serta bahan evaluasi untuk terus berkembang dan tampil lebih baik di laga selanjutnya," ujarnya.
Ridzki mengatakan tidak ada taktik spesial dalam menghadapi perwakilan Taiwan, tetapi ia menyebut ada pemain Indonesia yang masih bermain di bawah tekanan, yang menyebabkan kurang maksimalnya performa mereka.
Ia juga menyebut semua pemainnya "sudah berjuang maksimal," seraya mencatat Joeqn dan Neal Alexander Tan bermain bagus saat melempar dan Adrian dan Maximilian berhasil membukukan pukulan yang bagus.
Dalam persiapan menuju turnamen, kata Ridzki, tim menjalani program latihan yang intensif, mulai dari peningkatan teknik individu, strategi permainan, hingga penguatan kondisi fisik dan mental pemain.
Tim juga melakukan beberapa sesi uji coba untuk mengevaluasi perkembangan serta memperbaiki kekurangan yang ada, ujarnya. "Perjalanan dan persiapan tim menuju turnamen bisbol ini berjalan dengan sangat baik."
Sementara itu, Pelatih Kepala Komunitas Xiangshang, Yao Yu-hsiang (姚雨翔) mengungkapkan bahwa sejak awal, tim sudah memutuskan untuk memberikan tugas pelempar awal pada Chen, seiring saat turnamen seleksi nasional ia sudah terlihat tidak mudah gugup dan memiliki keunggulan tinggi badan.
Menurut Yao, hal itu menjadi keuntungan karena para pemain Indonesia relatif lebih pendek, sehingga tercipta perbedaan sudut pandang visual bagi pemukul lawan.
Namun, Chen, yang memiliki tinggi badan 180 sentimeter, menilai penampilannya pada pertandingan internasional pertama dalam kariernya ini belum memuaskan. "Karena saya melempar terlalu banyak bola di luar zona strike," ujarnya.
Yao mengatakan bahwa karena turnamen menerapkan batas jumlah lemparan, para pelempar didorong untuk lebih agresif menyerang zona strike. Sementara itu, dari sisi pukulan, tim juga menekankan permainan menyerang dengan tujuan terus mencetak angka.
Mengingat kompetisi berlangsung enam hari berturut-turut, kondisi dan ketersediaan pelempar akan menjadi tantangan tersendiri, sehingga tim berharap bisa segera unggul dengan selisih skor besar untuk mengakhiri pertandingan lebih cepat dan mengurangi beban mereka, kata Yao.
Yao mengatakan para pemain memang sempat tegang pada awal pertandingan, tetapi perlahan mampu menunjukkan hasil latihan mereka.
"Selama dua bulan terakhir kami terus mengatur pertandingan persahabatan dengan tim-tim sekolah. Kami tahu keunggulan kami ada pada kelajuan lari, tetapi itu juga bergantung pada kemampuan pemukul untuk lebih dulu mencapai base. Kalau pukulan kami tidak berjalan baik, kelajuan itu juga tidak akan banyak berguna," kata Yao.
Yao, pensiunan pebisbol profesional yang untuk pertama kalinya memimpin tim dalam ajang internasional, menegaskan target utama kali ini adalah terlebih dahulu mencapai partai final.
Menurutnya, tidak perlu memberikan tekanan terlalu besar kepada para pemain sejak awal, dan yang terpenting adalah bermain dengan gembira dan membiarkan mereka menikmati momen sekali seumur hidup sebagai anak berusia 13 tahun.
Pertandingan selanjutnya untuk perwakilan Indonesia akan berlangsung pada pukul 14.00 hari Selasa, melawan tim dari Jepang. Sementara itu, perwakilan Taiwan akan menghadapi tim dari Korea Selatan pada pukul 18.00.
Selesai/IF