Peraih GMA berharap buat semakin banyak orang dengar lagu bahasa Indonesia-Hakka

29/06/2026 12:17(Diperbaharui 29/06/2026 12:17)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Huang Yu Han, peraih penghargaan Album Hakka Terbaik GMA ke-37. (Sumber Foto : CNA, 27 Juni 2026)
Huang Yu Han, peraih penghargaan Album Hakka Terbaik GMA ke-37. (Sumber Foto : CNA, 27 Juni 2026)

Taipei, 29 Juni (CNA) Huang Yu Han (黃宇寒), penyanyi-penulis lagu keturunan Taiwan-Indonesia yang meraih penghargaan Album Hakka Terbaik Golden Melody Awards (GMA) ke-37, mengatakan ia berharap dapat membuat semakin banyak orang mendengar lagu yang menggabungkan bahasa Indonesia dan Hakka.

Baca juga: Penyanyi Taiwan-Indonesia raih penghargaan Album Hakka Terbaik GMA

Kepada CNA, Han hari Minggu (28/6) mengatakan ia berharap lagu-lagunya bisa menemani semua orang, "Sekaligus membuat semakin banyak teman dari berbagai latar belakang mendengarkan lagu yang memadukan bahasa Indonesia dan Hakka."

Lagu Han "Someday" (有時有日) yang dirilis pada 2019 menyertakan sepenggal lirik bahasa Indonesia: "Aku rindu kamu, kampung halamanku. Aku akan di sini menunggumu. Aku cinta kamu, kampung halamanku. Selamanya di sini menunggumu."

Lagu tersebut kemudian ditutup dengan lirik bahasa Hakka "2500公里 就算當遠 , 都係亻厓个故鄉" yang artinya: "Sejauh 2.500 kilometer, meskipun terasa sangat jauh, tetaplah kampung halamanku."

Album yang mencantumkan lagu itu, juga dengan judul yang sama, mengantarkan Han, seorang anak dari pasangan ayah Hakka Taiwan dan ibu Tionghoa Indonesia, masuk nominasi album dan penyanyi Hakka terbaik di GMA ke-31 pada 2020.

Han juga menyanyikan "Someday" di Presidential Office Concert pada Mei tahun ini. Dalam unggahan media sosial saat itu, Han mengatakan lagu ini membawa kenangan tumbuh kembangnya sebagai seseorang dengan dua latar belakang etnis.

"Bisa berdiri di panggung konser di Kantor Kepresidenan dan menyanyikan rasa keterikatan milik generasi kedua imigran baru sangat berarti bagi saya," tulisnya.

Huang Yu Han di GMA ke-31 pada 2020. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
Huang Yu Han di GMA ke-31 pada 2020. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)

Menanggapi pertanyaan CNA bagaimana ia memutuskan untuk mewariskan bahasa orang tuanya melalui lagu-lagunya, Han mengatakan dirinya memang menggunakan bahasa-bahasa tersebut dalam kehidupan sehari-hari, "Jadi saya ingin memasukkan bahasa ibu dari ayah, ibu, dan diri saya sendiri ke dalam karya saya."

Han hari Sabtu meraih penghargaan Album Hakka Terbaik GMA ke-37 atas albumnya "Ngai" yang dirilis September lalu. Di karyanya itu, ia berkolaborasi dengan sejumlah penyanyi lainnya, hingga memadukan bahasa Hakka dengan Korea, Inggris, Kanton, Amis, Prancis, dan Hokkien Taiwan.

"Ini adalah album yang sangat mengekspresikan diri secara maksimal," kata Han kepada CNA. "Di dalamnya, pendengar akan mendengar berbagai aktivitas batin saya."

Han mengatakan dirinya menggunakan tujuh bahasa karena ia menganggap dirinya sebagai penyanyi "multikanal."

"Saya tumbuh dalam lingkungan multibahasa, sehari-hari menggunakan bahasa Hakka untuk berteman, dan saya juga berharap lebih banyak orang dari berbagai tempat dapat mendengar lagu-lagu Hakka," ujarnya.

Dalam sesi berbagi usai menerima penghargaan pada Sabtu, Han mengatakan ia berharap lagu-lagunya bisa memperkenalkan bahasa Hakka Taiwan dan karya tulisannya kepada orang-orang di berbagai negara.

Pengumuman penyelenggara di upacara penghargaan memuji bagaimana "Ngai" memadukan beragam bahasa dan gaya, yang "meningkatkan visibilitas lagu-lagu berbahasa Hakka."

"Setiap lagunya mampu menampilkan pesona sang penyanyi dengan jelas, memiliki identitas artistik yang tegas, serta mencerminkan pencapaian baru dalam perjalanan kreatif penciptanya," sebut pengenalan tersebut.

(Oleh Jason Cahyadi dan Muhammad Irfan)

Selesai/ja

Huang Yu Han di sebuah festival musik Hakka di National Sun Yat-sen Memorial Hall pada akhir 2024. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
Huang Yu Han di sebuah festival musik Hakka di National Sun Yat-sen Memorial Hall pada akhir 2024. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.