Pianis Taiwan kolaborasi dengan Jakarta Simfonia Orchestra

29/06/2026 14:47(Diperbaharui 29/06/2026 14:50)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Pianis Taiwan Rueibin Chen (tengah) dan Jakarta Simfonia Orchestra di Aula Simfonia Jakarta pada 20 Juni. (Sumber Foto : Jakarta Simfonia Orchestra)
Pianis Taiwan Rueibin Chen (tengah) dan Jakarta Simfonia Orchestra di Aula Simfonia Jakarta pada 20 Juni. (Sumber Foto : Jakarta Simfonia Orchestra)

Jakarta, 29 Juni (CNA) Pianis Taiwan Rueibin Chen (陳瑞斌) baru-baru ini tampil bersama Jakarta Simfonia Orchestra yang dipimpin konduktor Stephen Tong, seorang tokoh musik klasik sekaligus pendeta, dalam membawakan karya-karya Jerman-Austria.

Digelar di Aula Simfonia Jakarta pada 20 Juni malam, orkestra membawakan Symphony No. 8 karya Beethoven di paruh pertama konser. Stephen Tong menjelaskan konteks karya tersebut kepada penonton, menyebutkan bahwa Beethoven membawa "semangat dan kekuatan yang menyala seperti api" ke dalam musik.

Ia juga menyampaikan bahwa karena pencapaian simfoni Beethoven menjadi standar pada masanya, selama 28 tahun setelah kematiannya para musisi tidak berani menulis simfoni, dan Brahms dianggap sebagai penerus tradisi tersebut.

Pada paruh kedua, Piano Concerto No. 1 karya Brahms dibawakan Chen sebagai pianis, berkolaborasi dengan orkestra. Kepada CNA, ia mengatakan konserto ini berdurasi hampir satu jam, sehingga menuntut stamina dan teknik yang sangat tinggi.

(Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
(Sumber Foto : Dokumentasi CNA)

Chen menjelaskan bahwa ia mulai belajar di Austria sejak usia 13 tahun, sehingga sangat mengenal komposer Brahms.

Dengan dukungan orkestra setempat, ujarnya, ia senang dapat membawakan karya tersebut di Jakarta untuk para penonton, dan menyampaikan rasa terima kasih atas tepuk tangan meriah berdiri yang diberikan pada akhir pertunjukan.

Deputi Perwakilan Taiwan untuk Indonesia Trust Lin (林信任), yang turut hadir, mengatakan kepada CNA bahwa pertunjukan ini membangun hubungan masyarakat melalui musik dan memiliki nilai penting bagi pertukaran budaya Taiwan–Indonesia.

Lin juga mengungkapkan harapannya untuk dapat lebih banyak mendorong interaksi dua arah, agar musisi Taiwan dapat tampil di Indonesia atau mengundang seniman Indonesia ke Taiwan.

Harapannya, terbentuk pemahaman satu sama lain yang lebih dalam, dan masyarakat Indonesia tidak hanya melihat Taiwan dari sisi industri semikonduktor, tetapi juga dari kekuatan seni dan budayanya, kata Lin.

(Oleh Gwyneth Sharon dan Jason Cahyadi)

Selesai/ja

Pianis Taiwan Rueibin Chen (kanan) dan Deputi Perwakilan Taiwan untuk Indonesia Trust Lin. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
Pianis Taiwan Rueibin Chen (kanan) dan Deputi Perwakilan Taiwan untuk Indonesia Trust Lin. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.