Taipei, 26 Juni (CNA) Hujan lebat mengguyur Taiwan untuk hari kedua pada Jumat (26/6) dan menyebabkan banjir luas di berbagai wilayah yang mengakibatkan setidaknya dua orang tewas seiring air yang terus naik membuat warga terjebak dan memicu upaya penyelamatan darurat, menurut otoritas.
Banjir nasional
Hingga Jumat siang, 487 banjir telah tercatat di seluruh Taiwan sejak Kamis pagi, dengan jumlah terbanyak di Kaohsiung (104), diikuti oleh Kabupaten Pingtung (95), Taipei (82), dan Tainan (79), sementara 74 wilayah masih tergenang air, menurut Kementerian Urusan Ekonomi (MOEA).
Perdana Menteri Cho Jung-tai (卓榮泰) pada Jumat pagi menginstruksikan MOEA untuk membantu pemerintah daerah dengan mesin pompa guna membersihkan area yang tergenang, kata kementerian dalam siaran pers.
Hujan lebat ini dipicu Badai Tropis Mekkhala yang bergerak ke utara di sebelah timur Taiwan, memperkuat angin barat daya dan mendekatnya front cuaca dari Tiongkok selatan, menurut Direktorat Jenderal Cuaca Pusat (CWA).
Dua korban jiwa
Banjir parah telah menyebabkan dua kematian sejauh ini.
Menurut kepolisian Kaohsiung, seorang wanita bermarga Huang (黃) (73) dilaporkan tersandung dan jatuh ke saluran drainase saat berjalan menuju lahan pertanian bersama suaminya pada pukul 17.00 Kamis, dan terseret arus banjir. Jenazahnya ditemukan di hilir pada pukul 18.45.
Pada Jumat, seorang wanita yang terjebak setelah mengendarai mobilnya ke dalam genangan banjir ditemukan tewas di dekat kendaraannya di Zhubei, Kabupaten Hsinchu, menurut otoritas setempat.
Menurut laporan media lokal, suaminya melaporkan sang istri terjebak banjir sekitar pukul 09.00, dan tim penyelamat menemukan mobil wanita itu di Jalan Huanbei Bagian 1 pada Jumat sore dengan bagian depan terendam, tetapi ia tidak berada di dalamnya. Mereka kemudian menemukan tubuhnya tergeletak tengkurap di dekat lokasi.
Taiwan selatan
Taiwan selatan menjadi wilayah yang paling terdampak hujan deras yang terus berlanjut sepanjang malam Kamis, dengan air yang naik membanjiri komunitas dan membuat banyak warga terjebak di Tainan, Kaohsiung, dan Kabupaten Pingtung pada pagi harinya.
Beberapa warga di Tainan mengatakan kepada CNA bahwa banjir mulai terjadi sekitar pukul 02.00 atau 03.00 hari Jumat dan merupakan banjir terburuk yang mereka alami dalam beberapa tahun terakhir.
Berbicara kepada media di stasiun pompa pada Jumat, Wali Kota Tainan Huang Wei-che (黃偉哲) mengatakan kota tersebut mencatat lebih dari 250 milimeter curah hujan dalam enam jam dan, bersama dengan pasang tinggi, menjadi penyebab banjir parah.
Hsu Po-sen (許博森), kepala Distrik Rende Tainan, mengatakan hujan lebat dalam waktu singkat menyebabkan banyak jalan di distrik tersebut terendam, sehingga pejabat distrik dan kepolisian bergegas ke lokasi untuk menangani situasi dan membantu evakuasi.
Kantor wilayah di Distrik Timur Tainan mengatakan pihaknya mulai menerima laporan banjir sekitar pukul 02.00 atau 03.00 Jumat, saat air di sepanjang Jalan Yuyi dekat Jalan Tol Nasional No. 1 meluas ke arah barat.
Seorang pejabat kantor mengatakan banjir belum pernah separah ini sejak Taifun Morakot 17 tahun lalu.
Banyak area yang paling parah terdampak di Tainan berada di sepanjang Sungai Sanyeh, di mana tanggul yang meluap mengirim air banjir hingga setinggi pinggang dan masuk ke rumah-rumah, menurut media lokal.
Wali Kota Tainan Huang mengatakan standar pengendalian banjir untuk Sungai Sanyeh -- yang dirancang untuk menahan banjir 25 tahun tanpa meluapnya tanggul -- masih belum memadai.
Di Kaohsiung, otoritas setempat mengerahkan tim penyelamat dengan perahu karet pada Jumat pagi untuk membantu warga di distrik Lujhu dan Niaosong yang terdampak banjir.
Melihat Jalan Cuihua di Distrik Zuoying terendam air banjir berwarna kuning, seorang warga berkomentar dengan senyum kecut, "Ini bukan jalan, kan? Ini sungai."
Menurut Pemerintah Kota Kaohsiung, curah hujan per jam di distrik seperti Cishan, Meinong, Dashu, Neimen, dan Tianliao melebihi 100 milimeter, dengan akumulasi curah hujan di Distrik Dashu melampaui 600 milimeter.
Dengan rata-rata curah hujan tahunan Kaohsiung sekitar 2.500 milimeter, hampir seperempat dari total itu turun hanya dalam satu hari, kata Wali Kota Kaohsiung Chen Chi-mai (陳其邁).
Saat mengunjungi area yang terdampak banjir, Chen mengatakan ia memerintahkan percepatan proyek pengendalian banjir untuk meningkatkan kapasitas drainase dan memperkuat ketahanan kota terhadap banjir.
Pingtung juga mengalami banjir di banyak area setelah tanggul di Desa Wandan jebol pada Kamis malam, mengirimkan arus deras ke dusun Hsingchuan dan Hsingan yang membanjiri banyak rumah, menurut otoritas setempat.
Sementara itu, di desa Kanding, Linbian, dan Jiadung di kabupaten tersebut, air banjir naik hingga setinggi lutut di banyak jalan dan masuk ke rumah-rumah warga, lapor otoritas setempat.
Taipei
Di Taipei, Wali Kota Chiang Wan-an (蔣萬安) mengunjungi Distrik Neihu, yang melaporkan sebagian besar banjir di kota pada Kamis dan Jumat pagi, dan mengadakan rapat di pusat tanggap bencana kota untuk meninjau langkah-langkah pencegahan banjir sebagai respons terhadap hujan deras.
Curah hujan di Neihu melebihi 100 milimeter dalam satu jam pada Kamis, sementara beberapa stasiun pemantau lainnya juga mencatat tingkat curah hujan yang melampaui kapasitas desain sistem drainase Taipei sebesar 78,8 milimeter per jam, kata Chiang.
Chiang mengatakan pemerintah kota telah menyetujui pendanaan sebesar NT$6,5 miliar (Rp3,6 triliun) untuk meningkatkan kapasitas drainase keseluruhan Taipei dari 78,8 milimeter menjadi 88,8 milimeter per jam.
(Oleh Hung Hsueh-kang, Huang Yu-chin, Yang Ssu-rei, Lin Chao-lien, Hsieh Yi-hsuna, Shih Hsiu-chuan, dan Muhammad Irfan)
>Versi Bahasa Inggris
Selesai/JC