Taipei, 28 Jun. (CNA) Huang Yu Han (黃宇寒), penyanyi-penulis lagu keturunan Taiwan-Indonesia, hari Sabtu (27/6) meraih penghargaan Album Hakka Terbaik Golden Melody Awards (GMA) ke-37 atas albumnya, "Ngai", yang memadukan tujuh bahasa.
"Saya berharap lagu saya bisa membuat orang-orang dari tempat atau negara yang berbeda dapat mendengar bahwa inilah bahasa Hakka Taiwan dan inilah lagu Hakka yang ditulis Huang Yu Han," ujarnya dalam sesi berbagi usai menerima penghargaan.
Han mengatakan bahwa di "Ngai", yang dirilis September tahun lalu, para pendengar dapat menyaksikan dirinya ketika terluka, bahagia, hingga ragu, tetapi juga bisa melihat bagaimana ia menggunakan bahasa Hakka untuk menjalin persahabatan.
"Ngai" turut menampilkan kolaborasi dalam berbagai bahasa, termasuk dengan Wing dari grup COPAK yang berbahasa Kanton, Suming (舒米恩) dengan bahasa Amis, L8ching (雷擎) dengan bahasa Prancis, dan Wu-Chang (張伍) dengan Hokkien Taiwan. Selain Hakka, Han juga bernyanyi dalam bahasa Korea dan Inggris.
Dalam kata sambutannya di panggung di Taipei Arena, Han mengucapkan terima kasih atas dukungan keluarga serta mereka yang terlibat dalam karya ini, "Dan saya rasa yang paling penting adalah saya ingin berterima kasih kepada diri saya sendiri. Saya hebat."
"Lalu saya ingin berterima kasih kepada anjing saya, namanya Mochi (起拔) dalam bahasa Hakka," tambahnya, seraya mengangkat foto anabulnya itu.
"Ngai", kata perkenalannya saat pengumuman penghargaan Sabtu, "Berhasil memadukan musik berbahasa Hakka dengan berbagai bahasa secara mulus. Peralihan antargaya musik berlangsung lancar, meningkatkan visibilitas lagu-lagu berbahasa Hakka."
"Setiap lagunya mampu menampilkan pesona sang penyanyi dengan jelas, memiliki identitas artistik yang tegas, serta mencerminkan pencapaian baru dalam perjalanan kreatif penciptanya," kata perkenalan itu.
"Ngai" berhasil unggul dari "Winter in the South" (南方的冬) yang dibawakan A-Yi Lo (阿依.羅), "Final Girl" oleh ana (張慶琳), "descend up, ascend down" (下回上去) oleh grup ChuNoodle (春麵樂隊), serta "Blue Hour Bloom" (慢花誌) dari Sarah Chan (陳以諾). Chan sendiri berhasil meraih gelar Penyanyi Hakka Terbaik.
Di acara bincang-bincang GMA Heat sebelum penghargaan, Han mengatakan album ini mencerminkan perubahan suasana hatinya selama beberapa tahun terakhir, di mana ia kini bisa menuangkan kisahnya ke dalam lagu tanpa merasa terlalu terekspos, sementara warna suara dan cara berpikirnya juga terasa berbeda.
Dalam pemilihan kata "Ngai" -- dari bahasa Hakka yang berarti "saya" -- sebagai nama, kata Han, ia melampirkan harapan agar karya ini dapat langsung diidentifikasi sebagai album Hakka ketika terlintas di benak orang. Ia juga menyebut kata itu mewakili sulitnya pelafalan bahasa Hakka dan "paling mewakili diriku."
Terkait banyaknya bahasa yang digunakan dalam album, Han mengatakan ia merasa karakter yang ditampilkannya berubah saat berkata-kata dalam bahasa yang berbeda. "Itu juga salah satu konsep kecil yang ingin aku masukkan ke dalam album ini."
Anak dari pasangan ayah Hakka Taiwan dan ibu Tionghoa Indonesia tersebut pun sempat menunjukkan kebolehannya berbahasa Indonesia. "Apa kabar semua? Saya Yu Han," ucapnya.
Memasukkan lirik bahasa Indonesia
Bagi Han, ini juga bukan kali pertamanya memadukan berbagai bahasa dalam karya musikal. Bahkan di album debutnya, "Someday" (有時有日), ia juga menyertakan sepenggal lirik bahasa Indonesia di lagu dengan judul yang sama.
Satu bait yang ia sertakan berpadu dengan lirik bahasa Hakka itu memuat ekspresinya tentang kampung halaman. Ekspresi itu diartikulasikan dalam lirik: "Aku rindu kamu kampung halamanku. Aku akan di sini menunggumu. Aku cinta kamu kampung halamanku. Selamanya di sini menunggumu".
Lagu tersebut kemudian ditutup dengan lirik "2500公里 就算當遠 , 都係亻厓个故鄉", dalam bahasa Hakka yang artinya: "Sejauh 2.500 kilometer, meskipun terasa sangat jauh, tetaplah kampung halamanku.”
Sebelum meraih kemenangan di GMA tahun ini, beberapa karya Han juga sempat masuk nominasi di ajang penghargaan bergengsi tahunan ini. "Someday" masuk nominasi untuk album Hakka terbaik di GMA ke-31 (2020) sekaligus membawa dirinya masuk nominasi penyanyi Hakka terbaik.
Dua tahun setelahnya, album kedua Han yang bertajuk "Return to Reality" (虛空現下) yang dirilis pada 2021 juga dinominasikan sebagai album Hakka terbaik di GMA ke-33 (2022) dan membuatnya masuk nominasi penyanyi Hakka terbaik.
(Oleh Jason Cahyadi dan Muhammad Irfan)
Selesai/ja