Jakarta, 29 Juni (CNA) Jakarta Taipei School (JTS) dan Perhimpunan Alumni Taiwan Indonesia (PATI) baru-baru ini untuk pertama kalinya menggelar kelas bahasa Mandarin untuk pelajar Indonesia yang sedang mempersiapkan diri untuk melanjutkan studi ke Taiwan, yang berlangsung lima hari dan diikuti 45 peserta.
Dalam siaran pers hari Minggu, JTS mengatakan lulusan baru dari Taiwan dilibatkan sebagai asisten pengajar dengan harapan dapat mengurangi kecemasan pelajar Indonesia melalui bimbingan teman sebaya, membantu proses pengajaran, serta berbagi pengalaman sehingga dapat mengurangi jarak di dalam kelas.
Kepala JTS Chang Chin-fu (張晉福) menegaskan bahwa penguasaan bahasa Mandarin adalah kunci untuk berintegrasi dengan lingkungan di Taiwan, dan ia berharap para pelajar memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kemampuan komunikasi.
Pelatihan ini tidak hanya akan membantu kehidupan sehari-hari di Taiwan menjadi lebih lancar, tetapi juga membantu para peserta memperoleh kesempatan kerja paruh waktu di kampus serta mengembangkan kemandirian, ujarnya.
Guru JTS Lin Chih-ting (林芝廷), yang bertanggung jawab atas desain kurikulum, menjelaskan bahwa program pada 22-26 Juni ini mencakup topik praktis seperti salam, belanja, bertanya arah, dan perjalanan wisata.
Materi pembelajaran, ucapnya, secara khusus memasukkan kalimat-kalimat sehari-hari ke dalam situasi kehidupan nyata, sehingga pelajar dapat belajar bahasa Mandarin dalam lingkungan yang sepenuhnya berbahasa Mandarin dengan "menggunakan Mandarin dan bermain dengan Mandarin".
Pelajar juga dibagi menjadi beberapa kelompok untuk merencanakan perjalanan satu hari di Taiwan, termasuk mencari rute MRT dan cara menggunakan kartu transportasi EasyCard, serta menyimulasikan perhitungan biaya hidup seperti oleh-oleh, makanan khas, akomodasi, dan ongkos transportasi, kata pihak sekolah.
Ketua PATI Chen Wei Ven menyatakan bahwa kualitas pendidikan tinggi Taiwan mendapat pengakuan di tingkat lokal, dan baru-baru ini pihak asosiasi menerima banyak pertanyaan, menunjukkan meningkatnya minat pelajar Indonesia untuk belajar di Taiwan.
Ia mengatakan PATI akan terus menyediakan jalur bimbingan pendidikan, membantu orang tua dan pelajar mengevaluasi keunggulan berbagai jurusan universitas, serta membantu pelajar merencanakan pilihan kampus dan persiapan adaptasi sebelum berangkat ke Taiwan.
(Oleh Gwyneth Sharon dan Jason Cahyadi)
Selesai/ja