Klub futsal diaspora Indonesia tutup liga profesional Taiwan dengan melesat di klasemen

30/06/2026 13:26(Diperbaharui 30/06/2026 13:26)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Skuad BTN FC. (Sumber Foto : BTN FC)
Skuad BTN FC. (Sumber Foto : BTN FC)

Taipei, 30 Juni (CNA) BTN FC, klub futsal yang dibentuk mahasiswa dan pekerja migran Indonesia, berhasil meraih dua kemenangan berturut-turut di liga profesional Taiwan, Formosa Futsal One (FF1) pada akhir pekan, membuat mereka melesat di klasemen akhir musim ini.

Dalam laga yang berlangsung di National Taiwan University of Sport Gymnasium, BTN FC hari Sabtu (27/6) menekuk La Morning dari Pingtung 4-3, membalikkan pertemuan sebelumnya pada 3 Mei yakni 3-7.

BTN FC, yang bermain menekan, terlebih dahulu memimpin 2-0 melalui Lalu Januarta Pratama dan Agus Susanto, sebelum dibobol tiga kali berturut-turut. Tim kemudian menjalankan skema power play dan Alexander Dwi Constant Gea berhasil mencetak dua gol di 20 detik terakhir untuk mengamankan poin penuh.

Pada Minggu, BTN FC berhasil menaklukkan Taichung Dali Wolves 6-2, membalas pertemuan pada 26 April dengan hasil 4-5. Tim berhasil keluar dari tekanan sang tuan rumah dan mengirimkan serangan tajam bertubi-tubi, termasuk dengan memanfaatkan power play lawan.

Gol BTN FC termasuk brace oleh Deni Rasliami dan Pratama serta masing-masing satu dari Mario Abednego Caesar R. dan gol bunuh diri Lai Bo-jun (賴柏竣).

Dua hasil pertandingan ini membuat BTN FC mengemas total sebelas poin di sepanjang musim dan merangsek naik di klasemen akhir, dari juru kunci yakni peringkat ketujuh menjadi kelima, selisih satu poin dengan Taichung, membuat mereka hampir masuk ke putaran final yang diikuti empat tim teratas.

Alexander yang berposisi sebagai pivo mengatakan kepada CNA bahwa baginya, laga melawan Pingtung "sangat mengesankan, karena kami bisa comeback di menit-menit akhir. Semua berkat kerja sama tim dan pelatih."

Pertandingan kontra Taichung juga "sangat mengesankan karena kita bisa menang telak dengan tim tuan rumah. Para pemain sangat menikmati dan sangat ingin menang, karena ingin memberi kenangan yang manis di pertandingan terakhir BTN FC di putaran kedua ini."

Deni Rasliami, kapten BTN FC, mengatakan ia "cukup puas" atas hasil pada pekan terakhir ini, meski belum bisa mengantarkan tim melangkah ke putaran final. "Bagi kita ini pengalaman yang sangat berharga untuk ke depan bisa bermain lawan pemain-pemain Timnas Taiwan," ujarnya, melihat kembali perjalanan tim di FF1.

(Sumber Foto : yan2508sport)
(Sumber Foto : yan2508sport)

Pelatih Kepala BTN FC Andri Darmawansyah mengatakan kepada CNA bahwa di pertandingan kontra Pingtung, tim datang dengan semangat penuh dan rasa optimistis untuk meraih kemenangan.

Sektor pertahanan berjalan cukup baik dengan mampu menghalau beberapa serangan Pingtung, kata Andri. Meski sempat kehilangan fokus di awal babak kedua, ujarnya, BTN FC berhasil membalikkan keadaan dengan semangat juang yang tinggi hingga detik-detik akhir dan sikap memanfaatkan setiap peluang yang ada.

Melawan Taichung, kata Andri, "Bermain di kandang mereka memang tidak mudah," tetapi BTN FC datang dengan persiapan lebih matang dan rasa optimistis untuk kembali memetik poin penuh. "Kami mampu mengontrol jalannya pertandingan, pertahanan kami yang rapat, permainan yang tenang, dan pergerakan yang cair dari para pemain."

Andri mencatat tidak mudah untuk membobol Taichung, karena mereka diperkuat kiper Timnas Australia Aaron Yu yang ia sebut mengawal gawangnya dengan baik. Namun, BTN FC berhasil "menutup musim ini dengan hasil manis" dengan memanfaatkan setiap peluang dan penyelesaian akhir yang matang, ujarnya.

"Jelas saya dan tim merasa puas, bangga, dan sangat bersyukur atas hasil positif dengan meraih dua kemenangan beruntun di pekan terakhir," kata Andri.

Ia pun berterima kasih atas sokongan para pendukung, serta kepada jajaran staf atas kesempatan baginya untuk mendampingi BTN FC di putaran kedua dan melawan tim-tim futsal profesional Taiwan, "Dan kami membuktikan bahwa tim BTN FC ini layak dan mampu berada di sini."

Andri mengatakan dirinya, jajaran staf, dan para pemain berharap dapat kembali mendapatkan kesempatan untuk mengikuti FF1 di musim berikutnya.

Jajaran staf BTN FC. (Sumber Foto : Kevin Hartono)
Jajaran staf BTN FC. (Sumber Foto : Kevin Hartono)

Sementara itu, Manajer BTN FC Riska Saputra mengucapkan terima kasih kepada jajaran staf yang telah bekerja keras dan memberinya kesempatan, serta kepada sponsor dan pendukung yang telah menjaga tim agar berjalan dan berkembang.

Seiring liga musim ini telah selesai, Riska pun menyatakan BTN FC berencana tetap menjaga kebersamaan dan melakukan evaluasi. "Kami ingin terus berkembang, baik dari sisi organisasi, kekompakan pemain, kualitas pemain, maupun persiapan untuk kompetisi berikutnya jika masih memungkinkan."

Ia mengatakan dirinya berharap BTN FC tidak hanya menjadi tim futsal profesional di Taiwan, tetapi juga menjadi wadah positif bagi teman-teman Indonesia di Taiwan untuk berolahraga, bersilaturahmi, dan saling mendukung.

Melihat kembali masa-masanya sebagai manajer, kata Riska, "Saya belajar bahwa membangun tim bukan hanya tentang menang atau kalah, tetapi juga tentang mengelola komunikasi, menjaga semangat pemain, menyatukan berbagai karakter, dan membangun rasa kebersamaan."

Terlebih, kata Riska, pengalaman di BTN FC ini juga menjadi salah satu alasan ia diterima pada Core 1 program Garuda Academy tahun 2026 oleh PSSI, AFC, dan FIFA.

Riska pun berpesan kepada diaspora Indonesia di Taiwan untuk tetap semangat, menjaga kebersamaan, dan terus saling mendukung. "Hidup di luar negeri tentu punya tantangan masing-masing, tetapi dengan solidaritas dan komunikasi yang baik, kita bisa saling menguatkan."

"Saya juga berharap teman-teman diaspora bisa terus mendukung kegiatan positif seperti olahraga, komunitas, pendidikan, dan kegiatan sosial," kata Riska. "Semoga teman-teman Indonesia di Taiwan terus aktif dalam kegiatan positif, menjaga nama baik Indonesia, dan tetap bangga menjadi bagian dari diaspora Indonesia."

(Oleh Jason Cahyadi)

Selesai/ja

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.