Taipei, 5 Juli (CNA) Taiwan akan memasukkan vaksin rotavirus ke dalam program imunisasi anak yang didanai pemerintah mulai tahun 2027, demikian diumumkan oleh Pusat Pengendalian Penyakit (CDC).
Direktur Jenderal CDC Lo Yi-chun (羅一鈞) pada hari Selasa (30/6) mengatakan bahwa dua vaksin rotavirus yang telah disetujui di negara tersebut -- vaksin dua dosis dan vaksin tiga dosis -- akan dimasukkan dengan biaya publik.
Anak-anak rentan terhadap rotavirus, yang dapat menyebabkan diare parah hingga harus dirawat di rumah sakit. Menurut CDC, rotavirus bertanggung jawab atas sekitar setengah dari kasus gastroenteritis pada anak di bawah usia 5 tahun.
Saat ini, vaksin tersebut berharga antara NT$5.500 dan NT$6.000 (Rp3 juta-Rp3,3 juta).
Bayi yang lahir setelah Juni tahun ini akan memenuhi syarat berdasarkan kebijakan baru tersebut, dengan sekitar 120.000 anak diperkirakan akan mendapat manfaat selama tahun pertama program, kata CDC, seraya menambahkan bahwa bayi yang memenuhi syarat untuk vaksin harus berusia minimal enam minggu dan tidak lebih dari delapan bulan.
Bayi yang sudah menerima salah satu suntikan vaksin sebelum program dimulai tetap akan memenuhi syarat untuk menerima dosis berikutnya dengan biaya publik, catat CDC.
Lo mengatakan kedua merek vaksin tersebut lebih dari 90 persen efektif dalam mencegah gastroenteritis rotavirus berat, sehingga mengurangi risiko anak dirawat di rumah sakit karena flu perut.
Untuk bayi yang menerima vaksin dua dosis, CDC merekomendasikan pemberian dosis pada usia dua bulan dan empat bulan. Untuk yang menerima vaksin tiga dosis, jadwal yang direkomendasikan adalah pada usia dua, empat, dan enam bulan.
Jarak antar dosis harus minimal empat minggu, kata Lo.
CDC mengatakan vaksin rotavirus diberikan secara oral. Setelah dimasukkan ke dalam program imunisasi yang didanai pemerintah, Taiwan akan menyediakan 10 vaksin secara gratis, melindungi dari 15 penyakit menular.
Selesai/IF