Taipei, 3 Juli (CNA) Dewan Urusan Daratan Taiwan (MAC) mengatakan bahwa ketergantungan ekonomi negara tersebut terhadap Tiongkok berada pada titik terendah dalam sejarah, sementara Beijing hari Kamis (2/7) menolak penilaian tersebut dan menegaskan bahwa hubungan ekonomi lintas selat tetap erat.
Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan hari Senin, MAC, lembaga tertinggi Taiwan yang menangani urusan lintas selat, mengatakan bahwa hubungan perdagangan dan ekonomi lintas selat telah mengalami "perubahan struktural" dalam beberapa tahun terakhir.
Lembaga tersebut mengatakan ekspor Taiwan ke Tiongkok dan Hong Kong sebagai persentase dari total ekspor menurun dari 43,9 persen pada tahun 2020 menjadi 26,6 persen pada tahun 2025.
Porsi total investasi luar negeri Taiwan yang mengalir ke Tiongkok juga menurun secara bertahap dari puncaknya sebesar 83,8 persen pada tahun 2010 menjadi 3,8 persen pada tahun 2025 dan turun lagi menjadi 0,9 persen dalam lima bulan pertama tahun 2026, kata MAC.
MAC menyebutkan faktor-faktor seperti persaingan strategis AS-Tiongkok, perlambatan ekonomi Tiongkok, dan tekanan ekonomi Beijing terhadap Taiwan sebagai alasan terjadinya perubahan tersebut.
Karena hari Senin menandai peringatan 16 tahun penandatanganan Perjanjian Kerangka Kerja Sama Ekonomi Lintas Selat (ECFA), MAC juga meninjau dampak dari perjanjian dagang tersebut, yang ditandatangani oleh Taiwan dan Tiongkok pada tahun 2010 untuk mengurangi tarif dan hambatan perdagangan lainnya antara kedua pihak.
MAC mengatakan ekspor Taiwan ke Tiongkok untuk barang-barang dalam "daftar panen awal" ECFA -- barang-barang yang mendapat perlakuan tarif preferensial berdasarkan perjanjian tersebut -- turun menjadi US$13,1 miliar (Rp235,26 triliun) pada tahun 2025, yang menyumbang 13,1 persen dari total ekspor Taiwan ke Tiongkok.
Porsi tersebut turun dari 26,3 persen pada tahun 2016 dan merupakan tingkat terendah sejak ECFA diberlakukan, catat MAC.
Sementara pernyataan MAC terutama menyoroti indikator proporsional jangka panjang sebagai bukti menurunnya ketergantungan ekonomi Taiwan terhadap Tiongkok, bantahan dari Kantor Urusan Taiwan Tiongkok (TAO) hari Kamis berfokus pada angka volume perdagangan lintas selat secara keseluruhan dalam waktu dekat.
Juru Bicara TAO Zhu Fenglian (朱鳳蓮) mengatakan dalam jumpa pers di Beijing bahwa ekonomi dan perdagangan Taiwan "tidak dapat di-de-Sinisasi," dengan mengutip data yang menunjukkan bahwa perdagangan lintas selat mencapai US$314,33 miliar pada tahun 2025, naik 7,3 persen dari tahun sebelumnya.
Dalam lima bulan pertama tahun 2026, perdagangan lintas selat mencapai total US$150,84 miliar, naik 22 persen secara tahunan, tambahnya.
Dari total Januari-Mei tersebut, ekspor Tiongkok ke Taiwan naik 30,6 persen menjadi US$41,87 miliar, sementara impor Tiongkok dari Taiwan meningkat 19,1 persen menjadi US$108,96 miliar, katanya.
"Angka-angka ini menunjukkan bahwa hubungan ekonomi lintas selat tidak melemah, melainkan semakin kuat," kata Zhu.