Kementerian Ekonomi Taiwan cabut kuota 2.156 pekerja migran "pabrik khusus"

25/06/2026 18:55(Diperbaharui 25/06/2026 18:55)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Kementerian Urusan Ekonomi. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
Kementerian Urusan Ekonomi. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)

Taipei, 25 Juni (CNA) Kementerian Urusan Ekonomi (MOEA) Taiwan hari Kamis (25/6) mengatakan pihaknya telah mencabut kuota 2.156 pekerja migran yang telah diajukan usaha "pabrik khusus" dan akan membukanya kembali, seiring mereka telah melewati batas waktu pengajuan izin perekrutan ke Kementerian Ketenagakerjaan (MOL).

MOL pada 2023 membuka pengajuan 6.000 kuota pekerja migran bagi "pabrik khusus" -- pabrik dengan sertifikat registrasi khusus yang dapat diajukan jika memenuhi sejumlah syarat, di antaranya sudah beroperasi sebelum 19 Mei 2016, bertingkat pencemaran rendah, tidak memproduksi barang terlarang, dan tidak berada di lokasi yang tidak layak untuk pendirian.

Direktorat Jenderal Pengembangan Industri (IDA) MOEA dalam sebuah rilis pers mengatakan bahwa setelah menerima dan meninjau permohonan pada 2024 dan 2025, pihaknya telah mengalokasikan seluruh kuota tersebut, tetapi hampir setengah dari perusahaan yang sudah memperoleh kuota sebelumnya belum mengajukan izin perekrutan kepada MOL.

Untuk menghindari kuota yang tidak terpakai, kata IDA, pihaknya memutuskan untuk menarik kembali kuota yang tidak diajukan hingga melewati batas waktu, dengan total 2.156 orang, dan membukanya kembali bagi pelaku usaha yang benar-benar membutuhkan tenaga kerja, dengan periode permohonan akan berlangsung dari 1 Juli hingga 31 Agustus.

Mengingat kuota sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal, kata IDA, pada 23 Januari juga telah dilakukan amandemen peraturan yang memperpendek masa berlaku surat persetujuan menjadi 90 hari, guna mempercepat pengajuan izin perekrutan oleh perusahaan kepada MOL.

Apabila seluruh kuota kembali teralokasi tetapi masih belum mencukupi kebutuhan, kata ditjen tersebut, pihaknya juga akan mempertimbangkan untuk mengajukan penambahan kepada MOL.

(Oleh Jason Cahyadi)

Selesai/ML

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.