Taipei, 3 Juli (CNA) Taifun Bavi, yang saat ini bergerak ke arah barat di perairan sebelah timur Filipina, menunjukkan tanda-tanda penguatan, meskipun potensi dampaknya terhadap Taiwan masih belum pasti, menurut Direktorat Jenderal Cuaca Pusat (CWA) pada hari Jumat (3/7).
Pada pukul 8 pagi, pusat badai tersebut terletak 3.800 kilometer di timur-tenggara Tanjung Eluanbi, ujung paling selatan Taiwan, bergerak ke arah barat namun melambat dari 16 kilometer per jam (km/jam) menjadi 13 km/jam, menurut data CWA.
Taifun ini membawa kecepatan angin maksimum berkelanjutan hingga 137 km/jam di dekat pusatnya, dengan hembusan angin hingga 173 km/jam.
Karena kondisi lingkungan yang mendukung, CWA mengatakan Bavi diperkirakan akan terus menguat dalam beberapa hari mendatang.
Ahli meteorologi independen Wu Der-rong (吳德榮) mengatakan taifun tersebut diperkirakan akan mencapai perairan tenggara Kepulauan Ryukyu sekitar pukul 2 pagi hari Rabu.
Setelah itu, diperkirakan akan secara bertahap berbelok ke barat laut saat mendekati perairan lepas pantai timur Taiwan mulai Kamis, kata Wu, namun seberapa besar ancaman yang ditimbulkan terhadap Taiwan masih belum pasti.
Terkait cuaca, ia mengatakan Taiwan akan berada di bawah pengaruh sistem tekanan tinggi Pasifik dalam beberapa hari ke depan, membawa cuaca sebagian besar berawan hingga cerah di seluruh negeri, dengan hujan singkat lokal pada sore hari di daerah pegunungan.
Dengan cuaca panas seperti musim panas hari Jumat, Wu mengatakan suhu tertinggi bisa mencapai sekitar 38 derajat Celsius secara nasional, dan ia mengimbau masyarakat untuk mengambil tindakan pencegahan terhadap paparan sinar matahari dan serangan panas.
Hingga tengah hari Jumat, suhu tertinggi yang tercatat di Taiwan adalah 38,4 derajat di Desa Zhutian, Kabupaten Pingtung, sementara suhu antara 36 dan 37 derajat tercatat di kota Taipei, New Taipei, dan Tainan serta Kabupaten Changhua.