Bidik pasar global, Indonesia pamerkan tren pangan sehat di Food Taipei Mega Show

26/06/2026 19:59(Diperbaharui 26/06/2026 20:49)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Paviliun Indonesia di Food Taipei Mega Show 2026. (Sumber Foto : CNA, 26 Juni 2026).
Paviliun Indonesia di Food Taipei Mega Show 2026. (Sumber Foto : CNA, 26 Juni 2026).

Taipei, 26 Juni (CNA) Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei berpartisipasi pada Food Taipei Mega Show 2026, pameran pangan internasional terbesar di Taiwan yang tahun ini mengusung tema "Smart Eating, Green Living” sebagai upaya memperkuat promosi produk Indonesia di pasar Taiwan, diselenggarakan dari Rabu (24/6) hingga Sabtu ini, menurut keterangan rilis pers KDEI.

Food Taipei Mega Show telah menjadi salah satu pameran industri makanan dan minuman terbesar di Asia dengan menggabungkan lima sektor utama, yaitu pangan, teknologi pengolahan makanan, bioteknologi, pengemasan, dan peralatan perhotelan.

Para exhibitor dan pengunjung berfoto bersama di depan paviliun Indonesia. (Sumber Foto : CNA, 26 Juni 2026).
Para exhibitor dan pengunjung berfoto bersama di depan paviliun Indonesia. (Sumber Foto : CNA, 26 Juni 2026).

Pameran yang diadakan di Taipei World Trade Center (TWTC) Hall 1, TaiNEX Hall 1, dan TaiNEX Hall 2 pada tahun ini, diikuti oleh sedikitnya 1.750 peserta pameran dari 33 negara dan lokal yang menempati sekitar 4.750 stan, tulis keteragan tersebut.

Kepala KDEI Taipei, Arif Sulistiyo menghadiri seremoni pembukaan Food Taipei Mega Show 2026 bersama Ketua Bidang Pembinaan dan Pengembangan UKM GAPMMI, Irwan S. Widjaja, serta Pendiri Akademi Mudah Ekspor, Fernanda Reza Muhammad. Ketiganya meresmikan partisipasi Indonesia pada Rabu (24/6) di paviliun Indonesia.

Kepala KDEI Taipei, Arif Sulistiyo (dua dari kanan) membuka paviliun Indonesia. (Sumber Foto : KDEI).
Kepala KDEI Taipei, Arif Sulistiyo (dua dari kanan) membuka paviliun Indonesia. (Sumber Foto : KDEI).

Arif menyampaikan bahwa keikutsertaan Indonesia merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah dalam memperkuat promosi perdagangan Indonesia sekaligus memperluas jejaring bisnis antara pelaku usaha Indonesia dengan mitra internasional, menurut keterangan tersebut.

Saat ditemui CNA di lokasi pameran, Wara Agustina Rukmini, Kepala Bidang Perdagangan KDEI mengatakan ada 20 lebih pelaku usaha dari Indonesia yang tergabung di paviliun Indonesia. 

Sekitar 20 lebih pelaku usaha dari Indonesia yang tergabung di paviliun Indonesia. (Sumber Foto : KDEI)
Sekitar 20 lebih pelaku usaha dari Indonesia yang tergabung di paviliun Indonesia. (Sumber Foto : KDEI)

“Peserta pameran ini membawa produk berbasis makanan sehat seperti mie instan dari sagu, makanan ringan gluten free, madu, sarang burung walet, kopi dan makanan sehat lainnya. Respons selama tiga hari ini cukup positif. Paviliun Indonesia ramai banyak dikunjungi dan ada beberapa pembeli yang cukup serius untuk membawa produk Indonesia ke Taiwan,” Ujar Wara.

Wara juga menyampaikan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam ajang internasional ini mencerminkan semakin berkembangnya industri pangan nasional yang mengedepankan kualitas, inovasi, keberlanjutan, serta mendukung tren gaya hidup sehat yang semakin diminati masyarakat global.

Lastiana, Direktur dari Alia Green Women Social Enterprise dari Yogyakarta di depan stannya. (Sumber Foto : CNA, 26 Juni 2026).
Lastiana, Direktur dari Alia Green Women Social Enterprise dari Yogyakarta di depan stannya. (Sumber Foto : CNA, 26 Juni 2026).

Sementara itu, Lastiana, salah satu pelaku usaha, Direktur dari Alia Green Women Social Enterprise dari Yogyakarta dalam wawancaranya bersama CNA mengatakan bahwa ia membawa produk-produk unggulan dari hasil Agro Forest Tree yang diproduksi oleh petani perempuan dan juga para difabel di Jawa Tengah. 

“Kami senang dapat memamerkan produk unggulan kami seperti organic coconut sugar spread caramel, vanilla extract dan lainnya, ternyata di Taiwan itu pasarnya bagus sekali cocok dengan produk premium kami. Harapan saya bisa memasarkan produk unggulan kami di sini. Saat ini kami sedang mencari pengusaha pabrik yang bisa memasok produk kami untuk dijadikan produk olahan di Taiwan,” ujarnya. 

(Oleh Miralux)
Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.