Taipei, 25 Jun. (CNA) Pendapatan anak perusahaan Merida Industry Co. di Eropa pada lima bulan pertama tahun 2026 tumbuh sebesar 13 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu berkat produk baru dan pemulihan permintaan pasar secara bertahap, kata produsen sepeda asal Taiwan tersebut, Rabu (24/6).
Dalam rapat umum pemegang saham (RUPS), Merida menyampaikan penjualan di pasar Eropa secara bertahap mulai pulih. Seiring dengan kembalinya tingkat persediaan barang di pasar Benua Biru ke tingkat yang lebih sehat, struktur penawaran dan permintaan di industri sepeda terus membaik.
Hal ini, kata Merida, memacu perusahaan mempercepat langkah peluncuran produk baru guna menangkap peluang bisnis pasar secara optimal.
Grup Merida pada 2025 mencatatkan pendapatan konsolidasian sebesar NT$26,757 miliar (Rp15,18 triliun) dan laba bersih setelah pajak mencapai NT$1,216 miliar, dengan laba bersih per saham (EPS) sebesar NT$4,01, kata perusahaan.
Pencapaian ini, menurut Merida, menandai keberhasilan grup dalam membalikkan keadaan dari rugi menjadi untung dibandingkan dengan kinerja tahun 2024, yang sekaligus menunjukkan kondisi operasional dan penjualan pasar grup telah membaik secara bertahap. RUPS Rabu juga menyetujui pembagian dividen tunai sebesar NT$2,8 per saham.
Selain pemulihan penjualan di pasar Eropa, Merida juga menguraikan bahwa pasar Tiongkok telah menghentikan tren penurunan dan mulai stabil.
Didorong pulihnya permintaan sepeda segmen kelas menengah ke bawah di pasar itu, volume penjualan kumulatif untuk periode Januari hingga Mei tahun ini berhasil tumbuh sebesar 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sementara pendapatan kumulatif tahunan tumbuh sebesar 4 persen, yang mengindikasikan stabilisasi permintaan pasar yang kuat, kata Merida.
Merida mengatakan pihaknya berkomitmen terus memperkuat manajemen persediaan barang dan efisiensi operasional, serta menyesuaikan strategi produk dan penjualan berdasarkan dinamika permintaan pasar.
Pihak perusahaan menjelaskan bahwa fase penyesuaian stok pasar telah memasuki tahap akhir. Guna memastikan tingkat persediaan di pasar ritel tetap berada di batas yang sehat, Merida akan mengontrol volume pengiriman barang secara hati-hati demi mencegah penumpukan stok yang berlebihan di masa depan.
Seiring dengan terus terkikisnya stok lama dan meningkatnya proporsi penjualan produk baru, ditambah dengan fluktuasi nilai tukar yang lebih stabil dibandingkan periode sebelumnya, margin laba kotor Merida diproyeksikan akan terus bergerak ke arah perbaikan yang stabil, kata perusahaan.
(Oleh Pan Chih-yi dan Agoeng Sunarto)
Selesai/JC