Taipei, 21 Juni (CNA) Transaksi properti residensial dan komersial di Taiwan anjlok ke level terendah dalam sembilan tahun pada 2025, turun lebih dari 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya, akibat serangkaian kontrol kredit selektif di pasar perumahan yang diluncurkan bank sentral, kata Kementerian Dalam Negeri (MOI), Sabtu (20/6).
Data yang dikumpulkan MOI menunjukkan transaksi rumah, kantor, dan toko pada 2025 mencapai 261.308 unit, turun 25,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka 2025 tersebut merupakan level terendah sejak 2016, ketika penjualan mencapai 245.396 unit, menurut data.
MOI mengatakan pengendalian kredit selektif oleh bank sentral di pasar perumahan telah mendinginkan pembelian rumah dan membatasi transaksi tahun lalu.
Setelah memberlakukan putaran ketujuh pengendalian kredit selektif di pasar perumahan pada September 2024 untuk menahan harga rumah, yang digambarkan sebagai langkah paling ketat dalam sejarah, pengendalian kredit bank sentral sedikit dilonggarkan pada Maret.
Dalam pertemuan kebijakan triwulanan terbaru pada Kamis, bank sentral mempertahankan pengendalian kredit selektif yang ada tanpa perubahan.
Menurut MOI, jumlah pendaftaran peralihan hak properti mencapai 450.983 unit pada 2025, turun 16,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Penjualan properti residensial dan komersial menyumbang sekitar 57,9 persen dari total pendaftaran peralihan pada 2025, turun dari 64,7 persen tahun sebelumnya, sementara peralihan melalui warisan mencapai 17,4 persen dari total, naik dari 14,0 persen pada 2024, menurut data.
Jumlah pendaftaran properti perdana, yang mengacu pada pendaftaran properti yang baru dibangun, mencapai rekor tertinggi dalam sepuluh tahun sebanyak 176.690 unit berkat peningkatan izin pembangunan dan dimulainya pembangunan rumah, kata MOI.
Menurut MOI, Taoyuan melaporkan pendaftaran properti perdana tertinggi sebanyak 30.595 unit pada 2025, diikuti Taichung (30.077 unit) dan New Taipei (25.348 unit).
Enam kota terbesar di Taiwan -- Taipei, New Taipei, Taoyuan, Taichung, Tainan, dan Kaohsiung -- mencakup 77 persen dari total pendaftaran properti perdana, kata MOI.
Selesai/