Taipei, 21 Juni (CNA) BTN FC, klub futsal yang dibentuk mahasiswa dan pekerja migran Indonesia, berhasil meraih kemenangan perdananya di liga profesional Taiwan, Formosa Futsal One (FF1) di Taipei Gymnasium pada Sabtu (20/6).
BTN FC menaklukkan peringkat dua klasemen sementara Hsinchu Future Cosmos United 6-3 dengan bermain garang dan menekan di sepanjang pertandingan, membalikkan pertemuan sebelumnya pada 2 Mei yakni 2-10.
Gol perdana dicetak Al Sumaini Mahdi Nabil Hussein, mahasiswa asal Yaman di Kabupaten Yunlin sekaligus satu-satunya pemain non-Indonesia di BTN FC, melalui kombinasi umpan satu-dua dengan Ravil Kalsah.
Skor berikutnya masing-masing dicetak Deni Rasliami melalui umpan Mahdi, tendangan keras sentuhan pertama Lalu Januarta Pratama menyambut tendangan ke dalam oleh Ravil, dan dua gol Mahdi yang turut dibumbui permainan individu, menutup babak pertama tanpa balas.
Usai turun minum, sempat kebobolan dua gol, BTN FC kembali mencetak angka melalui sontekan Islah Reftal terhadap umpan Deni, sebelum kembali kemasukan satu kali dan berhasil memetik tiga poin perdananya.
Pada Minggu, BTN FC menghadapi juara bertahan sekaligus peringkat pertama klasemen sementara Taipei Leopards, yang di putaran pertama pada 21 Maret berhasil membuat klub diaspora Indonesia itu tumbang 1-10.
Permainan BTN FC mulanya mampu mengimbangi, tetapi para pemainnya tampak kelelahan tak lama setelah laga dimulai dan kemudian terus diserang. Kiper Feri Setiawan pun berkali-kali mencetak penyelamatan gemilang hingga terlihat kesakitan.
Dominasi Taipei Leopards tak terbendung hingga secara keseluruhan berhasil mencetak 13 gol, termasuk oleh Lin Chih-hung (林志紘) yang pernah membobol Tim Nasional Indonesia pada ajang Piala Asia AFC 2022.
BTN FC mencetak tiga gol, termasuk oleh pemain anyar Rudi Adi Susanto melalui serangan balik cepat, tendangan Ravil yang diwarnai gocekan di tengah kepungan lawan, dan sepakan Deni di depan gawang menyambut umpan lambung dari barisan pertahanan.
Manajer BTN FC Riska Saputra mengatakan kepada CNA bahwa ia mensyukuri bahwa hasil melawan Hsinchu pada Sabtu telah melampaui ekspektasi pihaknya yang semula mengejar hasil imbang.
Sementara itu, hasil kontra Taipei "menjadi catatan penting" untuk pertandingan selanjutnya, kata Riska, menambahkan bahwa pihaknya memahaminya seiring para pemain telah "bermain sangat penuh perjuangan" sehari sebelumnya.
Pelatih Kepala BTN FC Andri Darmawansyah mengatakan evaluasi akan difokuskan pada pertahanan dan rotasi pemain. Ia juga mencatat para pemain berlaga melawan Taipei dalam kondisi kelelahan usai menghadapi Hsinchu.
Deni, kapten BTN FC, mengatakan ia senang atas hasil melawan Hsinchu, dengan mencatat persiapan yang ditempuh untuk laga itu "cukup berat." Namun, tenaga para pemain telah habis saat melawan Taipei karena pertandingan tersebut, ujarnya.
"Semoga tahun depan kita bisa ikut lagi dan bisa mempersiapkan lebih matang lagi," ujarnya yang telah menetap di Taiwan sekitar empat tahun sebagai pekerja migran.
Sementara itu, Mahdi mengatakan kedatangannya ke BTN FC di jeda antarputaran diawali banyaknya pemain yang merupakan temannya, yang ia temui dari berbagai kompetisi.
"Saya senang bisa bermain hari ini, dan saya telah melakukan yang terbaik. Saya selalu mencoba mendukung teman-teman Indonesia saya. Mereka (Indonesia) sudah seperti negara kedua bagi saya," ujarnya yang hingga Minggu telah mencetak tujuh gol di empat laga.
Agus Lee dari Taoyuan City Indonesian Cultural Exchange Association, asosiasi yang menjadi salah satu pendukung BTN FC, mengatakan pihaknya berharap pekerja migran maupun mahasiswa di Taiwan "bisa melanjutkan semangat futsal" mereka. Ia juga mengajak mereka yang memiliki bakat untuk bergabung.
Abimanyu, pekerja migran di New Taipei yang turut mengisi bangku penonton bersama para pendukung lainnya, mengatakan pihaknya bangga hadir untuk menonton rekan-rekannya yang bisa berlaga di liga Taiwan. Ia pun menyampaikan dukungan dan doa agar mereka bisa terus semangat.
Laga selanjutnya BTN FC dijadwalkan berlangsung di National Taiwan University of Sport Gymnasium di Taichung pada 27 dan 28 Juni sebagai pekan penutup, masing-masing menghadapi Pingtung Morning Kitchen FC dan Taichung Dali Wolves.
Selesai/IF