MOE gelar sosialisasi program keluarga "tuan rumah" untuk mahasiswa asing

26/06/2026 13:56(Diperbaharui 26/06/2026 13:56)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : Kementerian Pendidikan)
(Sumber Foto : Kementerian Pendidikan)

Taipei, 26 Juni (CNA) Kementerian Pendidikan (MOE) Taiwan hari Kamis (25/6) menggelar sesi sosialisasi "Light a Match Meet a Family - LMMF Program", sebuah program kementerian yang mempertemukan mahasiswa asing dan keluarga-keluarga setempat sebagai "tuan rumah" untuk mendorong pertukaran dan pengalaman budaya.

Melalui "LMMF Program", mahasiswa asing tetap tinggal di asrama kampus pada hari biasa, kemudian mengunjungi rumah keluarga tuan rumah atau melakukan kegiatan bersama mereka di akhir pekan maupun waktu luang, yang dapat menjadi kunjungan satu hari atau menginap hingga dua pekan, menurut situs webnya.

Dalam sosialisasi di Kaohsiung hari Kamis, MOE memperkenalkan berbagai fitur platform daring program ini, termasuk perekrutan dan pelatihan keluarga tuan rumah, mekanisme pencocokan dengan mahasiswa, perencanaan kegiatan pertukaran budaya, serta model kerja sama lintas perguruan tinggi dan lintas lembaga.

Melalui upaya ini, diharapkan semakin banyak perguruan tinggi, keluarga di Taiwan, dan mahasiswa asing yang berpartisipasi, sehingga sumber daya mereka dapat saling terhubung untuk memperluas jaringan pertukaran lintas budaya, kata MOE dalam sebuah rilis pers.

(Sumber Foto : Kementerian Pendidikan)
(Sumber Foto : Kementerian Pendidikan)

Untuk "LMMF Program", keluarga tuan rumah juga dapat bekerja sama dengan universitas untuk menyelenggarakan beragam kegiatan pengalaman budaya, kata kementerian.

Sebagai contoh, National Taiwan University, bertepatan dengan Festival Perahu Naga, baru-baru ini mengadakan kegiatan mendayung perahu naga di Sanjiaodu, yang mengajak anggota keluarga tuan rumah dan mahasiswa asing mengenal sejarah setempat serta budaya di kawasan Sungai Tamsui, kata MOE.

Sementara itu, National Cheng Kung University menggelar wisata edukatif di Distrik Houbi, Tainan, di mana mahasiswa asing diperkenalkan diperkenalkan pada budaya pangan berbahan beras di Taiwan, belajar membuat kue tradsional, serta mengunjungi rumah-rumah kuno dan kawasan jalan tua, kata MOE.

Keluarga tuan rumah juga dapat secara mandiri merancang berbagai kegiatan. Contoh kegiatan yang pernah digelar termasuk mengikuti prosesi ziarah Mazu Dajia, menghadiri Yilan Hot Spring Festival, menyambangi seniman di rumah tradisional, mengunjungi museum hutan, dan mengikuti pengalaman budaya minum teh.

(Sumber Foto : Kementerian Pendidikan)
(Sumber Foto : Kementerian Pendidikan)

Melalui "LMMF Program", mahasiswa asing dapat memanfaatkan waktu di luar perkuliahan untuk mengenal masyarakat dan budaya Taiwan secara lebih mendalam, sehingga membangun pemahaman dan rasa memiliki terhadap kehidupan lokal, sebut MOE.

Di sisi lain, keluarga di Taiwan juga dapat mempraktikkan diplomasi masyarakat melalui kegiatan penyambutan dan pertukaran budaya, sekaligus meningkatkan pemahaman lintas budaya serta wawasan internasional, menurut kementerian.

Jumlah mahasiswa asing di Taiwan terus meningkat sejak pandemi COVID-19, dengan melampaui 140.000 orang pada tahun akademik 2025/2026, naik dari 123.000 orang pada tahun sebelumnya. Peserta didik asal Vietnam menjadi kelompok terbesar, disusul Indonesia, Malaysia, dan Jepang.

(Oleh Chen Chih-chung dan Jason Cahyadi)

Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.